Kawasan Heritage Menjadi Fokus Dishub Kota Malang Dalam Penataan Perparkiran

 

indonewsdaily.com, Malang- Kemacetan menjadi pekerjaan rumah bagi Dishub Kota Malang, hal tersebut dikarenakan tingkat kemacetan yang semakin tinggi.

Penyebab dari kemacetan adalah Parkir liar, ini dikarenakan banyaknya wisata kuliner atau obyek lain yang notabene menarik banyaknya pengunjung untuk berdatangan di lokasi pusat kota Malang.

Seperti halnya di kawasan heritage, dilokasi ini kemacetan semakin menumpuk dikarenakan parkir.

Sehingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus berupaya mengurai kepadatan arus Lalu Lintas (Lalin) yang sering terjadi di kawasan Kayutangan Heritage.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan bahwa penyiapan lahan parkir di Kayutangan saat ini sudah memasuki penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).

“Rencananya, Dishub Kota Malang segera membangun area parkir kendaraan bermotor di kawasan wisata tersebut agar badan jalan tidak lagi digunakan untuk tempat parkir,” ucapnya.

Selain itu ini adalah instruksi dari Pj Walikota Malang untuk segera membenahi penyebab kemacetan.

“Instruksi yang diberikan oleh Pak Pj Walikota Malang adalah terbeli dan segera dimanfaatkan. Dalam waktu dekat, kami segera menyediakan lahan parkir,” ujar Widjaja.(21/9/2024)

Widjaja menambahkan bahwa dikawasan Kayutangan Heritage masih mempertahankan model tata yang sama ketika dibangun pertama kali sebagai kawasan pertokoan.

“Itu (area pertokoan) dibangun sejak tahun 1960 memang nol derajat, artinya badan jalan langsung tempat usaha,” terangnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak dapat disamakan dengan saat ini. Sebab, lanjutnya, kawasan Kayutangan Heritage sudah berkembang pesat menjadi destinasi pariwisata unggulan di Kota Malang.

“Mulai tahun 2022, Kayutangan Heritage menjadi pusat destinasi kuliner, sehingga menarik antusias masyarakat untuk berkunjung,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya menjelaskan bahwa akses parkir di Kayutangan memang menjadi kebutuhan prioritas yang wajib dipenuhi oleh Pemkot Malang guna mengakomodasi kebutuhan parkir kendaraan bermotor pengunjung atau wisatawan hingga mengatasi persoalan kepadatan lalu lintas.

Menurut Wijaya idealnya adalah tempat parkir khusus berupa bangunan bertingkat. Namun, pembangunan fasilitas tetap menyesuaikan pada kebutuhan anggaran pembelian lahan.itupun harus ada kajian dalam penganggarannya.

“Misalnya ada dua sampai tiga tempat, tetapi keuangan kami hanya menyanggupi satu dengan estimasi kalau lahannya dibeli semua bisa mengurangi 100 persen. Tetapi belum sanggup membeli semua, maka kami berlakukan secara bertahap,” tuturnya.

Di tahun 2024, Pemkot Malang melalui Dinas menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,35 juta orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 10 persen dari realisasi capaian kunjungan wisatawan di tahun 2023 yang sebanyak 3,05 juta orang. (win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *