Salah satu pedagang cabai rawit di Kota Probolinggo, Jawa Timur yang meresahkan naiknya harga cabai.

Keresahan Warga Probolinggo, Harga Cabai Rawit Kian Pedas

Indonewsdaily.com, Probolinggo – Harga cabai rawit di Pasar Tradisional Kota Probolinggo, Jawa Timur semakin pedas. Harganya sudah meroket mencapai Rp 90 – 100 ribu per kilogramnya.

Keresahan itu disampaikan seorang pedagang cabai, Kholifah mengungkapkan kenaikan harga terjadi pada seluruh jenis cabai. Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai jenis rawit merah yang mencapai Rp100 ribu.

“Naiknya sejak dua bulan lalu, terus naik. Sampai kini berkisar antara 90 sampai 100 ribu rupiah, ” jelasnya Kamis, (09/06/2022).

Padahal, wanita usia 52 tahun ini menuturkan kalau harga cabai sebelumnya hanya Rp 15-20 per kilogram. Kondisi itu, tentu berimbas pada animo pembeli.

“Akhirnya banyak yang beli cabai kering, karena harganya jauh lebih murah, ” tambahnya. Harga cabai kering sendiri hanya Rp 75 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan harga cabai rawit di Pasar Bantaran, Kabupaten Probolinggo yang ikut melonjak. Siti salah satu pedagang cabai mengatakan, kenaikan harga cabai rawit terjadi dalam sepekan ini. Harga cabai rawit yang dijualnya bervariasi mulai dari harga Rp 75-100 ribu per kilogram tergantung dari jenis cabainya.

“Cabai yang basah itu Rp 75-90 ribu, itu ada yang campuran cabai hijau sama merah mulai Rp 75 ribu, ada yang merah Rp 80-100 ribu, ada juga yang Rp 90 ribu sekilo. Kenaikan harga ini menyebabkan pembeli berkurang, bahkan pengunjung lapaknya sempat sepi,” katanya.

Salah satu pembeli cabai, Nikmah mengatakan, harus mengurangi jumlah pembelian. Sebab, dengan harga Rp 100 ribu per kilogram, baginya terlalu tinggi.

“Sementara ini ya beli sedikit, misal 10 ribu. Karena pembelian harus mengutamakan yang lain, ” jelasnya.

Ia pun berharap, agar harga cabai segera berangsur-angsur normal. Sebab, cabai merupakan kebutuhan dapur yang tidak bisa dihindari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *