Penjelasan dari Dokter spesialis bedah Toraks Kardiak dan Vaskuler dr. Kurnia Kusuma Wardana.

Kondisi Saksi Kunci Terkait Tewasnya Nenek Karlos Berangsur Angsur Membaik

Indonewsdaily.com, Malang – Saksi kunci terkait tewasnya Worlin (70) warga Dusun Manggisari Desa Bocek Kecanatan Karangploso yang tak lain Muhamad Syafiudin yang merupakan cucu korban yang mengalami luka sayatan dileher maupun diperut yang barusan menjalani operasi di runah sakit. Kini berangsur angsur mulai membaik.

Udin sapaan akrab warga desa setempat yang merupakan saksi kunci , mengingat saat kejadian ia hanya berdua bersama sang nenek Worlin, saat kejadian maut terjadi pada Selasa (7/6 ) sekitar pukul 07.30 WIB.

Dokter spesialis bedah Toraks Kardiak dan Vaskuler dr. Kurnia Kusuma Wardana mengatakan, kondisi luka di tubuh Udin cucu Worlin yang tewas di Dusun Manggisari, Desa Bocek, Karangploso telah berangsur-angsur membaik. Sebelumnya Udin mendapat dua luka di leher dan perut hingga menyebabkan bagian organ dalamnya turut terluka.

“Sekarang kondisinya sudah membaik, sudah lepas alat bantu ventilator, terapi memang masih di ICU. Kalau sudah lepas ventilator artinya sadar,” kata dr. Kurnia Kusuma ditemui awak media di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, pada Rabu (8/6) siang.

Dijelaskan Kurnia, saat datang kondisi Udin tengah dalam keadaan lemas akibat leher di tenggorokannya yang terluka. Beruntung, luka di leher Udin tak sampai mengenai pembuluh darah besar dan hanya mengenai saluran pernapasannya saja.

“Kondisinya lemah, ada luka di leher sampai memotong saluran napasnya. Lehernya terluka sedalam 10 sentimeter, dengan lebar 15 sentimeter, cukup dalam tapi tidak memotong pembuluh darah besar, saluran napas terpotong total. Kalau memotong pembuluh darah mungkin tidak selamat,” jelasnya.

Selain luka di leher, perut Udin juga mengalami luka cukup parah. Kini kedua lukanya telah dilakukan operasi dan berangsur – angsur dalam masa pemulihan di ruang ICU. Operasi dilakukan pada Selasa siang kemarin, selepas RSSA Malang menerima rujukan dari RS Prasetya Husada Karangploso.

“Berjalan jam 11 sampai 1 siang, masuk ruang operasi jam 10 pagi, memerlukan 30 – 45 menit operasinya. Ditangani empat tim dokter. Ada dua tindakan (operasi), itu karena tenggorokan putus total, ada luka di perut, di usus, di lambung,” terang dr Kurnia Kusuma Wardana.

Saat ini kondisi Udin disebut Kurnia terus membaik kendati masih berada di ruangan ICU dan telah melewati masa kritis karena tidak lagi menggunakan alat bantu napas atau ventilator.

“Kondisinya membaik, sudah lepas alat bantu napas ventilator, tetapi masih di ICU. Kalau sudah lepas ventilator artinya dia sadar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *