Indonewsdaily.com, Mojokerto — Berbagai inovasi dihasilkan sejumlah OPD di Kota Mojokerto. Seperti inovasi yang digagas oleh Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon. Kelurahan Mentikan ini mengagas inovasi “WISATA EDUKASI BERBUDAYA NOL SAMPAH (SATE BOLAM)”.
Lurah Mentikan Hery Kurniawan mengatakan jika inovasi Sate Bolam ini mampu mengembangan ekonomi berbasis keluarga atau masyarakat berupa penjualan hasil sampah dan pengolahan sampah.
“Tak hanya itu harapan kita inovasi ini juga mampu mengembangkan kerajinan kreatif dan inovatif berupa pemanfaatan sampah. Masyarakat juga mampu mengembangkan dan membangun rasa saling kepedulian sesama masyarakat agar dapat berteman dengan sampah bukan bermusuhan,” jelasnya, Rabu (31/5/2023).
Hery menjelaskan Kelurahan Mentikan ini terbilang cukup luas dan memiliki jumlah masyarakat yang cukup banyak. Banyaknya pemukiman dan kurangnya lahan hijau mengakibatkan banyaknya masyarakat membuang sampah di sembarang tempat.
Hal itu lanjutnya berkesinambungan dengan jumlah masyarakat yang cukup banyak maka jumlah sampah rumah tangga yang dihasilkan semakin banyak pula.
Tetapi hal tersebut tidak diikuti dengan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah tersebut sebagaimana mestinya.
“Sebagian besar warga masih suka membuang sampah tidak pada tempatnya hal tersebut dimungkinkan akan menimbulkan efek negative bagi kehidupan sekitar. Beberapa hal yang juga menjadikan kendala dalam pengelolaan sampah warga ini adalah edukasi dan fasilitas yang kurang memadai.
“Oleh karena itu mengingat pentingnya dalam pengolahan sampah dan bahayanya sampah untuk manusia serta lingkungan, maka kelurahan Mentikan berharap dengan adanya Inovasi Wisata Edukasi Berbudaya Nol Sampah bisa membantu dan memberikan edukasi kepada masyarakat, dan mampu membantu perekonomian masyarakat sekitar serta mewujudkan lingkungan yang ideal untuk hidup bersama keluarga,” tuturnya.
Ia menambahkan melalui inovasi ini diharapkan adanya pengembangan ekonomi berbasis keluarga atau masyarakat berupa penjualan hasil sampah serta mampu mengembangkan kerajinan kreatif dan inovatif berupa pemanfaatan sampah menjadi kerajinan tangan, pembuatan kompos, usaha tanaman hias dan manfat lain yang mempunyai nilai ekonomi kreatif.
“Ada berbagai program unggulan seperti museum sampah, budaya pilah sampah, bank sampah dan beberapa lainnya,” pungkasnya.








