indonewsdaily.com, Kabupaten Malang– Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas jalan di seluruh wilayah Kabupaten Malang meski dihadapkan pada kenaikan harga material konstruksi, terutama aspal.
Pemeliharaan rutin tetap dijalankan agar status jalan mantap yang sudah dicapai tidak mengalami penurunan.
Kepala DPU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyampaikan bahwa tantangan terbesar tahun ini adalah kenaikan harga bahan bakar industri yang memicu lonjakan harga material di lapangan.
“Target panjang penanganan akan berkurang, akan tetapi kami tetap melakukan pemeliharaan rutin untuk mempertahankan kondisi jalan agar tidak turun menjadi rusak ringan maupun rusak berat,” ujar Khairul. Senin, 18 Mei 2026.
Fokus Jaga Status Jalan Mantap, Khairul menjelaskan, jalan yang masuk kategori “jalan mantap” adalah jalan dengan kondisi baik dan sedang. Kategori ini menjadi tolok ukur utama Pemkab Malang dalam menilai keberhasilan pemeliharaan infrastruktur.
Menurutnya, jika pemeliharaan rutin tidak dijalankan secara konsisten, jalan yang saat ini berkondisi sedang berisiko cepat turun menjadi rusak ringan. Dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan dan biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari.
“Pemeliharaan rutin ini penting agar kualitas jalan tetap terjaga. Kami ingin masyarakat tetap merasakan kenyamanan dan keamanan saat beraktivitas,” katanya.
Dampak Kenaikan Harga Solar Industri, Salah satu faktor utama yang menekan cakupan penanganan jalan tahun ini adalah kenaikan harga solar industri. Solar merupakan komponen biaya yang memengaruhi seluruh rantai produksi material konstruksi, mulai dari pengangkutan material hingga proses pengaspalan di lapangan.
“Harga solar industri naik cukup signifikan, sehingga harga material lain ikut naik, terutama aspal,” ungkap Khairul.
Kondisi ini membuat anggaran yang tersedia tidak bisa menjangkau panjang jalan sepanjang target awal.
Meski demikian, DPU Bina Marga memilih strategi efisiensi dengan memprioritaskan titik-titik jalan yang paling vital dan rawan kerusakan.
Maksimalkan Anggaran, Jaga Mobilitas Warga, DPU Bina Marga Kabupaten Malang mengaku akan memaksimalkan seluruh anggaran yang tersedia agar pemeliharaan infrastruktur tetap berjalan optimal.
Beberapa langkah yang ditempuh antara lain penataan jadwal kerja, optimalisasi alat berat milik daerah, dan koordinasi intensif dengan pihak penyedia material agar mendapatkan harga yang lebih efisien.
Pemkab Malang berharap upaya menjaga kondisi jalan ini dapat berdampak langsung pada kelancaran mobilitas masyarakat. Jalan yang baik menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian, akses ke pusat pendidikan dan kesehatan, serta penunjang pertumbuhan ekonomi di desa dan kecamatan.
“Ketika jalan terjaga, pergerakan ekonomi juga ikut lancar. Petani bisa membawa hasil panen lebih cepat, pelaku UMKM lebih mudah menjangkau pasar, dan anak-anak sekolah tidak terganggu aksesnya,” jelas Khairul.
Tantangan ke Depan, DPU Bina Marga menyatakan akan terus melakukan pemantauan kondisi jalan secara berkala melalui tim lapangan. Data hasil survei kondisi jalan akan menjadi dasar penentuan skala prioritas penanganan tahun berikutnya.
Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kerusakan jalan melalui kanal resmi yang telah disediakan. Partisipasi warga dinilai penting agar respon penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Dengan komitmen menjaga pemeliharaan rutin meski anggaran terdampak inflasi material, Pemkab Malang menargetkan status jalan mantap di wilayahnya dapat dipertahankan minimal hingga akhir 2026.(win)














