Indonewsdaily.com, Malang – Warga net dimedia sosial digemparkan adanya Vidio seorang Modin Desa dikawasan Singosari meninggal dunia saat prosesi Ijab Kabul pernikahan siri.
Peristiwa yang penuh sakral dan bahagia berubah menjadi kesedihan terekam oleh kamera salah satu pihak mempelai kemanten di detik per detik hingga meninggal.
Peristiwa ini terjadi dan diketahui pada hari Minggu ( 30/1 ) di menghebohkan itu terjadi di Dusun Benel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Senin (31/1) pagi.
Dalam video yang berdurasi 2 menit 50 detik tersebut terlihat Paat meninggal dunia saat memimpin ijab kabul dengan menyalami calon pengantin pria.
Awalnya, prosesi ijab kabul tersebut terlihat seperti pada umumnya, keluarga mempelai mengabadikan momen seperti biasa.
Tak pernah terpikirkan rekaman tersebut menunjukkan dengan jelas detik-detik meninggalnya sang modin tersebut.
Ketika modin Paat akan menuntun mempelai pria mengucapkan kalimat ijab kabul, terlihat lemas sambil bergumam sesuatu. Telapak tangannya sesekali memegang dahi.
Usai mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Supaat terlihat memegangi kepalanya dengan mengucapkan beberapa kata.
“Lemes tangan kulo (lemas tangan saya),” ucap Supaat dalam rekaman video.
Para hadirin keluarga mempelai kemudian memberikan minum kepada Supaat yang mengeluh tangannya lemas.
Supaat pun berusaha bangkit dengan mengucapkan kata-kata dengan terbata-bata.
Tak berselang lama, Supaat kemudian terbujur lemas dan tergelatak tak mengucapkan sepatah kata.
Keluarga yang hadir dalam prosesi pernikahan tersebut berusaha membangunkan Supaat yang terbujur lemas. Salah satu pria mengecek denyut nadi Supaat.
Tiba-tiba tubuh modin yang duduk bersila itu terlihat sempoyongan, dan roboh yang membuat pihak mempelai histeris.
Kapolsek Singosari Kompol Achmad Robial melalui Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Eka Yuliandri Aska membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar, tadi (Senin 31/1) ada peristiwa itu (modin meninggal dunia). Modin itu tadi saat memimpin ijab kabul, setelah dilakukan pengecekan, dia (Modin) meninggal dunia bukan karena Covid-19,” tegasnya














