Foto: Pengerjaan kantor kecamatan Kranggan yang on the track
Indonewsdaily.com, Mojokerto — Pemkot Mojokerto gerak cepat menangani sejumlah proyek strategis yang kini tengah dikerjakan agar progres sesuai jadwal.
Untuk itu, memasuki triwulan akhir, dipimpin langsung oleh Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo Pemkot Mojokerto memanggil seluruh rekanan dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan percepatan pekerjaan agar tidak molor di akhir tahun.
“Sebetulnya ini kan evaluasi rutin. Artinya untuk proyek-proyek strategis itu harus kita kawal betul pelaksanaannya. Evaluasi ini akan kita laksanakan tiap Senin,’’ ungkap Gaguk ditemui usai rapat, Senin (21/10).
Dalam rapat evaluasi nampak hadir, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga pejabat pembuat komitmen (PPK) dikumpulkan di ruang Command Center, Balai Kota Mojokerto, Gaguk menekankan jika evaluasi ini juga meminta komitmen kepada semua pelaksana.
’’Tadi ada beberapa yang posisinya minus. Sehingga kita membangun komitmen bersama dengan pelaksana untuk mengejar ketertinggalan itu,’’ ungkapnya.
Salah satu yang diinstruksikan untuk dilakukan percepatan adalah pekerjaan pembangunan kamar jenazah di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Kontraktor proyek yang diplot dengan total pagu anggaran Rp 4,4 miliar ini diminta untuk dikebut dalam sepekan ke depan. ’’Tentu tujuannya untuk mengurangi ketertinggalan itu,’’ tegasnya.
Gaguk menegaskan masing-masing pelaksana proyek di-deadline seminggu ke depan untuk meningkatkan persentase pekerjaan. Gaguk menyebut, pihaknya akan kembali memanggil para pemangku proyek strategis untuk memaparkan capaian progres. ’’Nanti Senin (28/10) kita akan tagih komitmennya,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan Setdakot Mojokerto Febri Emayanti menambahkan, total terdapat sepuluh proyek strategis yang mendapat pengawalan langsung dari Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro. Sehingga, progres pekerjaannya dipantau rutin seminggu sekali. ’’Arahan dari Pak Pj jangan sampai akhir tahun ada yang tidak selesai,’’ imbuhnya.
Selain pembangunan kamar jenazah, pekerjaan yang masuk proyek strategis meliputi revitalisasi sentra alas kaki yang dianggarkan sekitar Rp 12,6 miliar. Selanjutnya juga ada pekerjaan lanjutan Taman Bahari Mojopahit (TBM) dengan pagu Rp 10,9 miliar; pengembangan gedung gayatri RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo senilai Rp 6,5 miliar; serta pembangunan gedung penunjang Galeri Soekarno sebesar Rp 2,8 miliar.
Berikutnya juga terdapat pembangunan kantor Kecamatan Kranggan Rp 6,4 miliar, peningkatan Jalan Cancer Rp 6 miliar, pembangunan fasilitas umum di Kolam Retensi Rp 4,7 miliar, rehabilitasi kantor Kelurahan Sentanan Rp 2 miliar, serta prasarana Gelora A. Yani Rp 870 juta.













