Indonewsdaily.com, Malang – Seorang pria bernama Tirto (37) asal Dusun Baran RT. 14 RW. 04 Desa Ngingit Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, dikabarkan meninggal dunia dirumahnya pasca melihat kesenian Kuda Lumping di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis.
Korban meninggal dunia dengan kondisi wajah babak belur bahkan dibagian dada ada bekas hantaman diduga benda tumpul. Dan diduga korban jadi korban penganiayaan / pengroyokan.
Miskun (47) selaku paman korban saat diwawancarai awak media di kamar jenasah RSSA Kota Malang menceritakan kronologi awalnya terkait meninggalnya keponakannya.
Sekitar pukul 22.00 WIB (Minggu, 13/3, malam, red) korban berpamitan pada keluarganya untuk melihat pertunjukan seni kuda lumping bersama teman temannya di desa Kedungrejo kecamatan Pakis.
“Keponakan saya pamit untuk nonton kuda lumping ( reog ) dan keluar jam 10 malam pak.” ujar Misto pada awak media, Senin (14/3) siang.
Berdasarkan penuturan teman-teman korban, Tirto sempat terlibat perkelahian di acara pertunjukan kesenian tersebut.
“Disampaikan teman-temannya di sana berkelahi. Ditantang duel sama terduga pelaku. Tapi kemungkinan kalau satu orang saja gak mungkin (sampai meninggal dunia), pihak lain ada yang membantu. Tapi ini kami masih belum tahu,” imbuhnya.
Tirto (korban) kemudian diantar pulang sekitar pukul 04.00, Senin (14/3/2022) dengan kondisinya yang sudah kritis, gigi rontok dan terdapat luka lebam pada bagian dada.
“Diantar sama teman-temannya. Pulangnya waktu subuh tadi. Masih sempoyongan atau kritis. Dan akhirnya meninggal di rumah pukul 04.30 WIB, sehabis subuh tadi,” tutur dia.
Melihat meninggalnya korban tidak wajar , pihak keluarga membawa jenasah korban ke RSSA Kota Malang dan meminta dilakukan autopsi luar .
“Kami pihak keluarga ingin autopsi luar tidak autopsi dalam. Dari pihak korban membawa korban ke sini (RSSA) Kota Malang untuk menemui titik terang pelaku ini siapa,” tuturnya.
Miskun juga sudah melaporkan peristiwa dugaan kasus penganiayaan yang merenggut ponakannya itu kepada kepolisian setempat.
“Iya kami sudah laporan ke polisi,” tutupnya.
Terpisah, Kapolsek Pakis, Moch. Lutfi mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi dan langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.
Dugaan sementara, lanjut Lutfi, korban meninggal akibat penganiayaan.”Kami sudah meminta keterangan dua orang saksi untuk mengungkap kasus ini,” tutupnya.













