indonewsdaily.com, Malang- Rapat Koordinasi ke II Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida KP 3 Kota Malang 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang di Hotel Aria Gajayana pada Kamis, 7 November 2024.
Adapun dasar pelaksanaan kegiatan tersebut adalah dari Permentan No 1.tahun 2024 tentang perubahan atas peraturan menteri pertanian nomor 10 tahun 2022 tentang tata cara penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian.
Selain itu juga Perwalikota Malang Nomor 49 Tahun 2024 Tanggal 28 Desember 2024 tentang Penjabaran APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2024.
Serta Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA SKPD) 3.27.02.2.01.0001 tentang sub kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian sesuai dengan komoditas teknologi dan spesifikasi lokasi Tahun anggaran 2024
Acara ini dihadiri oleh anggota tim KP3, Perwakilan Polri dan Kejati ,Tim Pembina penyaluran pupuk bersubsidi tingkat kota, Tim verifikasi/Validasi Pupuk Tingkat Kecamatan, tim Admin e- RDKK, Kios pengecer pupuk, distributor, produsen pupuk Indonesia pupuk bersubsidi.
Kadin Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariadi , SP mengatakan bahwa tujuan dari koordinasi ini adalah sebagai hal penting dalam mewujudkan peningkatan produktifitas pertanian serta distribusi pupuk tepat sasaran.
” Tujuannya adalah kita koordinasi dalam pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, juga untuk menjamin ketersediaan pupuk dan pestisida dipasaran yang terjamin keasliannya, tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat harga sesuai HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” ucapnya kepada indonewsdaily.com.
Slamet menerangkan bahwa sistematis dari Dispangtan terkait Relokasi pupuk bersubsidi mengalami penambahan. Seperti kecamatan Blimbing alokasi tahun 2024 Urea 50,401, NPK 31,507 menjadi Urea 55,500,NPK 50,800. sedangkan kecamatan kedungkandang Urea dari 248.667,NPK 508.389, Urea menjadi 259.500, NPK 462.800, Lowokwaru Urea dari 128.318, NPK 90.089. Urea menjadi 101.500, NPK 90.000. dan kecamatan sukun urea dari 98614, NPK 71.15. Urea menjadi 109.500, NPK 97400.
Selanjutnya progres penyaluran pupuk bersubsidi penyerapannya bulan Januari hingga September 2024 Dispangtan telah melakukan penyaluran pupuk Urea RDKK (1tahun) 725,296 dengan alokasi pupuk 526,00 dalam realisasi (ton) 262,36. sisa 263,64 terhitung 49,88%.
Untuk jenis pupuk NPK Urea RDKK (1 tahun) 1.322.356 dengan alokasi pupuk 701,00 realisasi (ton) 262,85. sisa 438,15 terhitung 37,50%. jumlah keseluruhan dari Pupuk Urea dan NPK RDKK dalam 1 tahun yakni 2047,652 alokasinya 1.227,00 dalam realisasi (ton) 525,20 dan sisa 701,80 (42%).

Lebih lanjut Slamet mengharapkan bahwa kegiatan monev dan pengawasan KP3 lebih dimaksimalkan.
“Kegiatan Monev dan pengawasan KP3 harus lebih dimaksimalkan supaya pupuk bersubsidi tepat sasaran kepetani, dan saya berharap bagi petani atau kelompok tani untuk segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi di kios masing-masing sampai Desember 2024,” ungkapnya.
Untuk terjaminnya pupuk kedepan Kadin Dispangtan mengharapkan untuk segera merencanakan kebutuhan pupuk bersubsidi Tahun 2025.
“Saya berharap untuk segera merencanakan kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2025, dengan cara menguploud data petani yang valid dalam sistem eRDKK tahun2025, dengan tercukupinya kebutuhan pupuk maka penggunaan pupuk akan berimbang dan bermanfaat bagi lahan dan usaha tani dengan demikian maka dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di Kota Malang,”ungkapnya.
Ditempatnya sama Pembina Tim KP 3 Kota Malang Ir. DIAH AYU KUSUMA DEWI, MT mewakili Sekda Kota Malang, ERIK SETYO SANTOSO, ST, MT mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah wadah koordinasi untuk terwujudnya dustribusi yang tepat sasaran.
“KP 3 ini adalah tempatnya koordinasi, monitoring, alokasi, harus tepat sasara, maka Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Malang adalah bagian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang. KP3 berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk dan pestisida di Kota Malang hal ini adalah supaya produksi optimal akhirnya kesejahteraan dan ekonomi bagus, jadi apa yang sudah di sudsidikan, maka kami berharap bisa tersalurkan dengan baik tanpa ada penyalahgunaan,” singkatnya.(win)








