Sembelih 51 Hewan Kurban, Unisma Wujudkan Kampus Berdampak

Indonewsdaily.com, Malang – Universitas Islam Malang (Unisma) memperingati Idul Adha banyak mendapat kepercayaan, dimana warga sekitar dan sivitas akademika menghimpun hewan kurban, hingga mencapai 51 ekor. Nantinya daging hasil sembelihan dari puluhan sapi dan kambing ini akan didistribusikan ke masyarakat miskin, juga ke berbagai pondok pesantren, panti asuhan dan sekolah-sekolah. Kampus Hijau ini memang berupaya menjadi kampus berdampak pada lingkungan sekitar.       

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Rektor Unisma, Prof Junaidi MPd, Sabtu (07/06/2025). Bahwa Alhamdulillah patut disyukuri, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya banyak menerima kepercayaan dari masyarakat untuk menyembelih hewan kurban. Disamping kurban dari sivitas akademika dari Unisma sendiri.

”Bahkan kali ini mendapat kepercayaan istimewa dari yayasan Rumah Amal Salman masjid ITB. Yayasan ini dengan berbagai pertimbangan menunjuk Unisma untuk menerima dan menyembelih satu ekor sapi berbobot 400 Kg,” ungkap Prof Junaidi.

Selain itu, Kampus Hijau ini juga mendapat kepercayaan menyembelih sekaligus mendistribusikan daging kurban dari beberapa mitra kerja, diantaranya dari BSI. Dengan rincian, 22 sapi dan 29 kambing. Tak semuanya disembelih di kampus ini. Namun ada 13 sapi dan 18 ekor kambing diberikan ke berbagai pondok pesantren, panti asuhan dan sekolah-sekolah.   

Kepercayaan masyarakat terhadap Unisma, tak berhenti di situ. Bahkan warga sekitar kampus yang non muslim menyedekahkan satu ekor kambing untuk disembelih dan dikelolah sepenuhnya oleh kampus ini. 

”Hasil sembelihan ini akan didistribusikan ke warga sekitar Unisma, terutama warga miskin. Perguruan Tinggi ini memang ingin menjadi kampus berdampak,” tandas Prof Junaidi. 

Disinggung mengenai makna Idul Adha, Rektor Unisma menuturkan jika perayaan ini sebagai upaya untuk menauladani ketaatan Nabi Ibrahim. Dimana ia diperintah Alloh Subhana Wat Ta’ala untuk menyembelih anak kesayangannya sendiri. 

Namun dengan ketaatan yang tinggi, perintah Alloh tersebut ia laksanakan. Nilai kesabaran dan ketaatan ini yang harus dipetik dari peringatan peristiwa besar ini. 

”Mudah-mudahan ketaatan dan kesabaran tersebut dapat terus terefleksi dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkas Prof Junaidi.(die)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *