indonewsdaily.com, Malang- Bakesbangpol kota Malang bersama Majelis Curvasud Arema, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), serta Universitas IBU (Insan Budi Utomo) Kota Malang mengadakan Halal Bi Halal bersama seluruh elemen masyarakat pada jumat, (3 /5/2024).
Acara ini dilangsungkan di halaman Universitas IBU kota Malang dan di hadiri oleh Forkopimda kota Malang, Komunitas Cangkrukan Malang, Komunitas Aremania, Mahasiswa Universitas IBU
FKUB, selain itu hadir pula Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat, Rektor UIBU Nurcholis, kepala Bakesbangpol kota Malang ibu Rina.
Dalam acara ini pihak penyelenggara mengambil tema “Peran Aktif Masyarakat Sebagai Langkah Deteksi Dini Menuju Pilkada Damai di Bhumi Arema”, hal tersebut disampaikan PJ Walikota Malang dalam sambutannya yang mengatakan bahwa dalam menyambut Pilkada 2024 mendatang di harapkan masyarakat bisa turut serta dalam menjaga kedamaian dan ketentraman di kota Malang.
“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah menyediakan segala macam kebutuhan yang akhirnya acara yang sangat mulia ini bisa terlaksana, saya mengapresiasi dengan sangat positif sekali sehingga acara hari ini bisa berlangsung hikmat dan penuh keharmonisan, acara ini bisa menjadikan jembatan silahturahmi dalam menyambut Pilkada 2024,” ungkapnya
Selanjutnya Wahyu menambahkan bahwa acara ini adalah sebagai bentuk perwujudan persaudaraan dan kekompakan masyarakat kota Malang
“Acara ini adalah sebagai bentuk perwujudan kekompakan kita dalam menyongsong Pilkada 2024 nanti secara damai, karena yang hadir saat ini antara lain FKUB, komunitas-komunitas, dan masyarakat yang membaur bersama-sama,ini adalah momen penting dalam muwujudkan Pilkada damai adil dan berintergritas, karena Pilkada sangatlah berpotensi adanya konflik perpecahan, tentunya persatuan dan kesatuan harus saling bahu membahu dalam menjaga Bhumi Arema,” tegasnya.
Selanjutnya Wahyu berpesan kepada Masyarakat bahwa ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam menciptakan Kota Malang yang Damai dalam Pilkada
” Kita saat pemilu lalu Kota Malang adalah salah satu kota yang minim konflik alias aman, jadi Pilkada nanti saya berharap juga demikian, kunci yang pertama adalah kita harus meminimalisir upaya-upaya terjadinya konflik kita harus bisa mencegahnya, kemudian kita jaga persatuan dan kesatuan, yang ketiga marilah kita saling menghargai antara perbedaan pendapat, yang ke empat adalah perkuat pengertian saling menghormati antar umat beragama, selanjutnya kita sebarkan nilai- nilai cinta kasih terhadap sesama, dan jangan menyebarkan berita Hoax,” ungkap pak PJ sapaan akrabnya.
Sebagai rangkaian acara adalah dimeriahkan oleh De’Kross band, Bantengan Satrio Muharto Malang (SAMM), Doa Lintas Agama, Duoluran, serta santunan yatim piatu.(windu)








