Sosialisasi Pengelolaan Sampah, DLH Ajak Pengusaha Horeka Pilah Sampah untuk Tekan Beban TPA

 

Indonewsdaily. Com, Mojokerto — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto terus intensif mensosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber (organik & anorganik). Fokus utama mencakup pemilahan dari rumah tangga, optimalisasi bank sampah, dan budaya lingkungan, didukung regulasi seperti Perwali No 35 Tahun 2023, guna mengurangi beban TPA Randegan yang sempat overload.

Kegiatan sosialisasi kali ini menyasar pengelolaan sampah bagi pengelola kawasan, fasilitas umum dan usaha/kegiatan hotel, restoran, kafe/katering (horeka) yang digelar di aula Kecamatan Magersari, Rabu (29/4/2026) yang dihadiri 100 peserta dengan narasumber dari DLH Provinsi Jatim.

Dalam sambutannya Plt. Kepala DLH Kota Mojokerto, Ikromul Yasak mengatakan masalah sampah kini menjadi masalah nasional, bahkan untuk mengatasi persoalan sampah, Presiden Prabowo mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

“Untuk itu, sebagai upaya bersama mengatasi persoalan sampah kita mengajak untuk memilah sampah dari sumber penghasilnya. Yakni memisahkan sampah organik dan anorganik,” katanya di hadapan pengelola Horeka.

Lebih lanjut Yasak mengatakan DLH berharap dengan mengikuti sosialisasi ini, peserta yang hadir menjadi contoh dan pilot project, bagi penyedia jasa.

“Kondisi TPA hampir overload, DLH kini konsen pengurangan sampah yang masuk ke TPA,” tegasnya.

Menurutnya pengelola tempat usaha bisa memilah sampah ketika sampah sudah terpilah dari tempat usaha, maka diharapkan beban TPA berkurang.

“Kita sepakati untuk pengelola tempat usaha untuk mimilah sampah plastik tiap seminggu sekali diserotkan ke DLH. Silakan dikumpulkan lalu ditimbang. DLH sudah ada investor yang siap membeli,” terangnya.

Sedangkan untuk sampah organik yang dihasilkan tambahnya dari pihaknya siap untuk memberikan pelatihan budidaya maggot.

“DLH siap membimbing budidaya maggot, pembesaran dan jika panen DLH siap membeli. Harapannya nantinya jika sudah tumbuh kesadaran beban sampah yang masuk TPA semakin berkurang,” ujarnya.

Sementara itu salah satu perwakilan pengelola cafe di Kota Mojokerto, Rayhan menyambut baik ide DLH dengan memberikan solusi pemilahan sampah organik dan anorganik yang bersedia membeli. Menurutnya selama ini, sampah yang dihasilkan dari usahanya seperti plastik dan sisa makanan hanya dibuang tanpa dipilah.

“Selama ini memang kita buang begitu saja. Namun dengan ide DLH bersedia membeli dan memberikan pelatihan kita sangat antusias,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *