Indonewsdaily.com, Malang – Identitas mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan Mbah Kamari tadi pagi di tengah Bendungan Sengguruh Kepanjen, ternyata warga kecamatan Gondanglegi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Indonewsdaily com melalui unggahan beritanya di medsos , ternyata korban diketahui bernama Setyowati (54) warga Dusun Krajan RT. 15 RW. 02 Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.
Nurul, anak dari korban saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa ibunya sudah meninggalkan rumah saat dua hari sebelumnya. Korban sempat berpamitan kepada keluarga akan membeli susu.
“Pamit beli susu, pergi menggunakan sepeda kayuh, tetapi tidak pulang,” kata Nurul. Ia tak menyangka, ibunya meninggalkan rumah sebelumnya sempat mengatakan mau ke sebuah minimarket.
“Setiap pergi memang sering keluar pakai sepeda. Kalau keluarga tidak mau divisum, jadi segera dibawa pulang,” tambahnya.
Berita sebelumnya, Mbah Kamari seorang pencari barang bekas di areal bendungan Sengguruh menemukan sesosok mayat berjenis kelamin wanita yang mengapung di tengah bendungan tersebut, Jumat (1/4) pagi.
Mayat yang belum diketahui identitasnya langsung dilaporkan ke pekerja Pt Jasa Tirta yang berada di area bendungan dan diteruskan ke satpam lanjut ke tim BPBD Kabupaten Malang untuk dievakuasi.
“Saat ditemukan mengenakan kaos warna hitam dan bawahan putih, diperkirakan usia 50 tahun-an,” rincinya. Dari luka luka korban dan kondisi tubuh yang membengkan, kata Widarto, diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar lima hari.
“Ada luka di dahi, identitasnya masih bum terungkap,” imbuhnya.
Terpisah, Kapolsek Kepanjen AKP Sri Widyaningsih menyampaikan, pihak Polsek Kepanjen telah menerima laporan yang diteruskan dari BPBD Kabupaten Malang. Kapolsek yang disapa Widya itu menyampaikan, sesaat setelah dievakuasi dilakukan olah TKP dan menggali keterangan saksi.
“Saat ini masih olah TKP dan penyelidikan, semoga segeralah terungkap,” ringkas Widya.













