Indonewsdaily.com , Malang – Nahas menimpa Sadin, 65 warga Dusun/Desa Mulyoasri RT. 30 RW. 08, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Selasa (8/3), ia tewas usai terpeleset kedalam jurang kalimajing sedalam 50 meter.
“(Korban) dengan posisi terlentang di tengah sungai di antara bebatuan dengan posisi badan tengkurap kepala masuk ke dalam aliran sungai dan kepala menghadap ke selatan kaki di utara, dan korban sudah di nyatakan meninggal dunia di tempat dan saat di ketemukan,” terang Kapolsek Ampelgading AKP Budi Mulyono pada awak media, Selasa (8/3) sore.
Diceritakan Budi terkait kronologi awalnya, sekitar pukul 07.30 WIB, Juri (Saksi) yang berada di rumahnya di pangil oleh Sadin (Korban) dengan maksut tujuan di ajak menebang pohon bambu di kebun milik Warseno kemudian berangkat bersama ke kebun tempat penebangan pohon bambu sampai di tempat penebangan langsung melakukan penebangan selama kurang lebih 20 menit.
“Saksi (juri) melakukan pengangkut bambu ke tempat pengumpulan bambu dan setelah mendapat sebanyak 10 potongan bambu, saksi
kembali ke tempat pemotongan bambu dan tidak mendapati keberadaan korban, hanya menemukan 1 ( satu ) buah topi milik korban sudah jatuh di bawah dekat tempat pemotongan bambu.” Jelasnya.
Atas peristiwa itu, rekan korban melakukan pencarian hingga memanggil beberapa kali nama korban namun tidak ada jawaban.
“Rekan korban menemukan bekas/jejak orang terpeleset ke bawah jurang/sungai selanjutnya diberitahukan ke anak menantu korban serta perangkat desa.” sambungnya.
Mendapatkan laporan, menantu korban bersama warga lain serta perangkat desa sekitar pukul 08.00 WIB langsung turun ke dalan jurang dan menemukan korban sudah meninggal dunia.
“Karena medan yang cukup sulit untuk mengevakuasi jenasah korban dari dasar sungai dan mencari jalan, warga dibantu rekan rekan Sibat PMI Kabupaten Malang butuh waktu hampir 3 jam lamanya.” imbuh AKP Budi Waluyo.
Setelah terevakuasi jenasah korban langsung dibawah kerumah Bidan Mulyosari dibantu staf puskesmas Ampelgading untuk memeriksa tubuh korban.
“Karena ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban maupun tanda tanda kehilangan barang barang milik korban, jenasah diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan.” pungkas Kapolsek Ampelgading AKP Budi Mulyono, Selasa (8/3).








