indonewsdaily.com, Batu- Polres Batu menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Pekat Semeru 2026 yang dipimpin oleh Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H. bersama para Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel yang terlibat dalam operasi, bertempat di Rupatama Polres Batu, Selasa (24/02/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan dan pemantapan strategi sebelum pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026.
Operasi Pekat Semeru 2026 akan berlangsung selama 12 hari, terhitung mulai tanggal 25 Februari hingga 8 Maret 2026.
Adapun sasaran dalam operasi ini meliputi penyalahgunaan bahan peledak (handak), petasan atau mercon, premanisme, prostitusi baik konvensional maupun online, pornografi baik konvensional maupun online, perjudian baik konvensional maupun online, serta peredaran miras ilegal maupun oplosan.
Dalam arahannya, Kapolres Batu menegaskan bahwa Operasi Pekat memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan kegiatan rutin kepolisian sehari-hari.
“Operasi ini harus memiliki dinamika kegiatan yang terlihat jelas dan getarannya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai pelaksanaannya terkesan sama dengan kegiatan rutin biasa,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh bentuk penyakit masyarakat yang menjadi sasaran operasi harus mampu ditekan secara signifikan di wilayah Kota Batu.
“Kita pastikan Kota Batu aman dari segala bentuk penyakit masyarakat yang termasuk dalam sasaran Operasi Pekat Semeru 2026. Ini adalah bagian dari komitmen kita menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKBP Aris Purwanto.
Lebih lanjut, Kapolres Batu menjelaskan bahwa Operasi Pekat Semeru 2026 merupakan operasi cipta kondisi sebagai persiapan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.
Oleh karena itu, seluruh satgas yang terlibat harus saling mendukung dan bekerja secara terintegrasi agar pelaksanaan operasi berjalan optimal.
“Setiap tindakan represif yang dilakukan harus terukur dan sesuai dengan SOP. Lakukan perencanaan yang baik dalam setiap kegiatan penindakan, serta laksanakan arahan pimpinan dan petunjuk yang jelas dari masing-masing Kepala Satgas,” pesannya.
Selain tindakan represif, Kapolres juga menekankan pentingnya langkah preemtif dan preventif yang benar-benar berjalan efektif.
Ia meminta seluruh personel melaksanakan operasi dengan penuh totalitas dan menjadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bagian dari ibadah.
“Masyarakat pasti akan mendukung setiap kegiatan penindakan yang dilakukan Polri selama itu sesuai prosedur dan tepat sasaran. Oleh karena itu, laksanakan tugas dengan profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Tak lupa, Kapolres mengingatkan agar seluruh personel memperhatikan ketepatan waktu dalam pelaporan sehingga tidak terjadi teguran dari satuan atas.
Kedisiplinan administrasi menjadi bagian penting dalam keberhasilan operasi.
Dengan digelarnya Lat Pra Ops ini, diharapkan seluruh personel Polres Batu memiliki kesamaan persepsi, kesiapan taktis dan teknis, serta komitmen kuat dalam menekan penyakit masyarakat, sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Batu tetap aman, kondusif, dan terkendali menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.(*)








