indonewsdaily.com, Malang – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, menyatakan bahwa operasional becak listrik di Kota Malang masih dalam tahap uji coba dan menunggu rampungnya regulasi sebagai dasar pelaksanaan di lapangan.
Baihaqi menjelaskan, pembentukan paguyuban khusus becak listrik nantinya akan diprakarsai oleh Dinas Perhubungan Kota Malang. Setelah regulasi selesai, operasional becak listrik akan dijalankan secara resmi dengan ketentuan yang jelas, termasuk terkait pangkalan, rute, serta mekanisme layanan.
“Karena ini masih uji coba, promosi juga belum dilakukan. Nanti setelah regulasi selesai, baru akan kita sosialisasikan ke masyarakat bahwa becak listrik ini lebih aman dan lebih memperhatikan aspek keselamatan,” ujar Baihaqi, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, becak listrik juga diarahkan untuk mendukung layanan pariwisata, sejalan dengan arahan Wahyu Hidayat. Untuk layanan wisata, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).
Rute wisata menggunakan becak selama ini sudah berjalan dengan becak konvensional, dengan lintasan dari kawasan Jalan Ijen Malang, kemudian menuju Jalan Kawi Malang, dilanjutkan ke Pasar Besar Malang, Kelenteng Eng An Kiong, dan berakhir di Alun-Alun Kota Malang.
Untuk satu paket rute tersebut, tarif becak konvensional selama ini sebesar Rp100 ribu. Nantinya, pola layanan serupa akan diterapkan pada becak listrik setelah seluruh aspek regulasi dan kelembagaan dinyatakan siap.
Baihaqi menambahkan, dari total 200 unit becak listrik yang telah disalurkan, sebanyak 24 unit diperuntukkan bagi anggota HPI yang selama ini melayani wisatawan. Sementara 176 unit lainnya digunakan oleh pengayuh becak masyarakat umum untuk kebutuhan transportasi harian, seperti ke pasar, sekolah, dan aktivitas lainnya.
“Untuk layanan wisata, jumlah anggota HPI sekitar 30 orang, dan yang sudah menerima becak listrik sebanyak 24 orang. Sisanya memang untuk masyarakat umum,” jelasnya.
Selain untuk layanan wisata, becak listrik juga akan melayani penumpang reguler. Penentuan pangkalan akan disesuaikan dengan lokasi yang telah ditetapkan. Apabila terdapat kedatangan rombongan wisatawan, pangkalan terdekat akan dihubungi untuk melayani kebutuhan transportasi.
Dalam mendukung sistem layanan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang juga akan menyiapkan aplikasi pemesanan guna memudahkan koordinasi antara pengemudi, hotel, dan pihak terkait.
Baihaqi menyebutkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan HPI dan sejumlah pelaku pariwisata. Uji coba layanan becak listrik untuk wisata direncanakan mulai diintensifkan setelah Hari Raya, mengingat puncak kunjungan wisatawan mancanegara ke Malang umumnya terjadi pada Mei hingga Juni.
“Nanti kalau regulasinya sudah selesai dan paguyubannya sudah terbentuk, layanan becak listrik untuk wisata akan diformalkan. Hotel dan agen perjalanan nantinya bisa langsung menghubungi paguyuban jika ada tamu wisatawan,” pungkas Baihaqi.(yun)














