Kisah Inspiratif Pemuda Kota Malang Jualan Kopi Janda Mandul di Tengah Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Indonewsdaily.com, Malang- Saat pandemi banyak korban PHK dan berbagai bidang usaha gulung tikar. Menariknya, kondisi pandemi tidak menyurutkan spirit Pemuda Kota Malang ini untuk bertahan menghidupi keluarga dengan berjualan Kopi Dampit

“Karena pandemi ini banyak korban PHK, usahapun banyak yang gulung tikar karena beberapa peraturan pemerintah. Aturan diciptakan kita sebagai warga yang baik tentunya harus mentaati semuanya. Tapi buat kita yang bukan pegawai pemerintah? Yang gajinya pasti ada tiap bulan? Kita wajib bergerak solutif, dan efektif mencari alternatif buat dapur supaya tetap menyala. Kita harus ciptakan peluang tanpa melawan aturan pemerintah. Pasti ada solusi. Saya yakin itu,” tutur Pemuda Sukun Kota Malang Eko Prastyo pemilik usaha Kopi Janda Mandul memulai bercerita, Kamis (5/8/2021).

“Saya mempunyai pengalaman paling mengesankan (yang kurang mengenakkan). Pada awal penjualan serta promosi, penilaian masyarakat banyak yang tabu, atau merasa kurang sreg saat mendengar nama kopi. Karena kebanyakan icon janda agak sedikit negatif,” tegasnya.

Ia melanjutkan cerita awal usaha penuh tantangan. “Apalagi saat saya membuat nama variant Janda Nakal, Janda Klasik, Janda Sange. Penilaian masyarakat kurang. Tapi dengan pendekatan persuasif Saya buatkan endors beberapa rekanan dan sahabat. Alhamdulillah perlahan grafik permintaan mulai meningkat perlahan tapi pasti. Mulai dinikmati oleh berbagai kalangan seperti TNI, Dokter, Perawat, Pengusaha, maupun para penikmat kopi hitam baik wanita maupun pria,” paparnya.

Ia menyediakan beragam jenis kopi. Kopi Janda Original dibandrol Rp 22.000, Janda Sange/kopi lanang Rp 30.000, Janda Nakal /Kopi Jahe Rp 35.000, Janda Perawan/kopi Sangrai Rp 25.000, Janda Klasik /Liberika Rp 30.000 (semua ukuran kemasan 250 gram).

Ia selanjutnya bercerita tentang kisah pengalaman menyenangkan. “Saya
pernah ditawari endors artis cantik lokal, tapi karena modal yang masih minim, dan biaya endors yang masih tinggi saya menolaknya. Saya lebih menekankan endors dari sahabat yang good looking untuk menarik konsumen dan tentunya biaya terjangkau,’ imbuhnya.

Ia mempunyai keinginan untuk memberdayakan ekonomi sesama. “Ke depan jika laba yang diperoleh sesuai prediksi saya kemungkinan akan saya buatkan cafe coffee atau sejenis tempat nongkrong mahasiswa, tentunya dengan merekrut karyawan sekitar lokasi yang terdampak karena pandemi ini,” jelasnya.

Dikatakannya untuk merealisasikan butuh banyak model yang good looking untuk mendongkrak pencitraan, Dan perlu tambahan modal investor untuk pengembangan. ” Saya yakin bisa bersaing dengan produk sejenis Starbucks, Kopi Kenangan, maupun lainya. Karena saya tahu penikmat kopi hitam tahu dan paham jenis kopi yang saya jual jenis Kopi Dampit. Rasa serta kenikmatannya khas banget,” tukasnya.

Ia memiliki harapan positif ke depan.
“Tahun ini target minimal banyak yang mengenal kopi Janda wilayah Jawa dan Sumatra,” pungkasnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

asuransi mobil

asuransi mobil aca

asuransi mobil all risk

harga asuransi mobil

lifepal asuransi mobil

asuransi mobil termurah

daftar asuransi mobil