Suasana Kedai Wedang Oeban, Kamis (19/5).

Kedai Wedang Oeban Tawarkan Suasana Ngopi ala Rumahan

Indonewsdaily.com, Malang – Bisnis kedai kopi atau kafe semakin digemari oleh kalangan lintas usia, apalagi di dukung dengan budaya ngopi yang sudah menjadi trendsetter bagi berbagai kalangan penikmat kopi maupun yang hanya penyuka kopi. Fenomena bak jamur di musim hujan ini kemudian diolah dan dikembangkan oleh Agung Setyoargo agar hobi bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Awal mulai merintis bisnis kedai kopi ini dilatarbelakangi oleh kebosanan bekerja di perusahaan yang hasilnya tak sesuai harapan. Rutinitis harian di perusahaan yang begitu-begitu, semakin hari rasa jenuh itu kian terasa, sampai akhirnya sejak tahun 2015 membulatkan tekad untuk keluar dari bekerja di perusahaan tersebut, untuk kemudian menekuni bisnis kedai kopi ini,” jelas Agung yang memiliki panggilan akrab Oeban, Kamis (19/5).

Pada akhirnya Oeban mengembangkan bisnis kedai kopi dengan nama “Kedai Wedang Oeban” yang berlokasi di Jalan Laksda Adi Sucipto, Gg. 7B No.1 Blimbing, Kota Malang. “Penamaan kedai wedang oeban ini cukup sederhana, karena Oeban adalah panggilan akrab saya sejak dulu sewaktu kuliah,” ungkapnya sambil terkekeh saat menceritakan awal mula penamaan kedai wedang oeban.

Suasana Kedai Wedang Oeban.

Kebulatan tekad laki-laki yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Sasrta, Universitas Diponegoro untuk menekuni bisnis kedai kopi juga tidak secara tiba-tiba. Namun juga dipelajari dengan proses yang panjang dengan mendatangi ke berbagai macam tempat dan juga ke komunitas-komunitas kopi.

“Saya mendapatkan ilmu dari dari banyak tempat, juga dari teman-teman komunitas secara gratis. Dari sanalah saya tergerak untuk berbagi ilmu tentang kopi kepada siapa saja yang ingin belajar juga gratis,” ungkap owner kedai wedang oeban ini.

Dirinya juga mengakui bahwa awal mulai membuat bisnis kedai kopi ini hanya bermodal nekat dengan anggaran hanya sekitar Rp. 5.000.000. “Kenekatan dengan modal 5 juta rupiah saja, membuat Saya hanya bisa membuka kedai kecil-kecilan di rumah, dengan mengusung konsep ngopi di rumah yang didukung suasana santai di teras dan halaman rumah. Padahal ya awalnya karena nekat dan modal minim saja, makanya konsep yang paling masuk akal adalah kedai kopi rumahan ini,” tambahnya.

“Awalnya saya hanya menyediakan kopi robusta dan minuman rempah saja. Hingga akhirnya saya mulai menyediakan berbagai macam kopi baik robusta maupun arabika dari wilayah Malang Raya,” lanjutnya.

Suasana Kedai Wedang Oeban.

Selain itu, kedai yang buka dari jam 09.00 pagi sampai jam 24.00 ini juga menyediakan minuman-minuman kekinian dengan rentang harga dari Rp. 6.000,- sampai Rp. 35.000,- untuk spesial menunya. Harga-harga tersebut tentu masih bersahabat dengan kantong semua kalangan.

Menurut Verra yang merupakan salah satu pengunjung kedai wedang oeban, suasana kedai yang rumahan ini membuatnya gak berasa seperti di kafe. “Tempatnya yang hommy sangat cocok bersantai, semua minumannya enak, ada kopi, coklat, minuman rempah, dan lain-lain. Proses pembuatannya pun bisa dilihat langsung. Atau kalau mau belajar, ownernya sangat welcome,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.