Indonewsdaily.com, Malang – Seorang pengendara Yamaha Vega Nopol N-2587-FM dikabarkan meninggal dunia dilokasi pasca korban tabrak lari di Jalan Raya Semanding dekat gang Candi desa Curungrejo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (5/3) petang kemarin.
Informasi yang diperoleh wartawan Indonewsdaily.com, identitas korban diketahui bernama Muhammad Khalim Gobel (23) warga Sutojayan RT. 04 RW. 02 Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji dan korban merupakan seorang guru MADIN SMP Budi Mulya Pakisaji.
Kanit Satlakalantas Polres Malang, IPTU Sunarko Rusbiyanto saat dikonfirmasi awak media mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.05 WIB dan dilaporkan sekitar pukul 18.20 WIB pada Sabtu (5/3) petang.
“Benar mas, korban merupakan seorang Guru MADIN di SMP Budi Mulya Pakisaji dan informasi dari pihak keluarga korban perjalanan pulang mengajar.” ucap IPTU Sunarko pada awak media, Minggu (6/3) pagi.
Sunarko menceritakan kronologi awalnya, semula kendaraan/mobil warna hitam yang masih MR X melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan hingga memakan marga jalan, sesampai di lokasi dari arah berlawanan melintas Honda Supra N 2261 BR dengan membawa rumput (Dami alias batang padi) dikendarai Purnomo (50) warga Dsn Baran Desa Ngembul Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.
Bersamaan dibelakang kendaraan Honda Supra N 2261 BR , juga melintas kendaraan searah dibelakangnya melaju
Yamaha Vega Nopol N 2587 FM yang dikendarai kelokasi korban l.
“Karena jarak sudah dekat dan pengemudi kendaraan R4 tak dikenal (Mr X) berhaluan terlalu kekanan /timur jalan sehingga terjadi tabrak samping dengan kedua motor tersebut cukup keras.” ungkapnya.
“Korban langsung meninggal dunia dilokasi sedangkan pemotor asal ngebul alami luka lecet pada perut ,tangan dirawat di Klinik PMI Curungrejo Kepanjen.” sambung Sunarko.
Dalam peristiwa ini mobil warna hitam bukannya berhenti namun kabur/melarikan diri kearah Utara (Pakisaji) . Sementara kedua kendaraan sepeda motor yang jadi korban tabrak lari diamankan sebagai barang bukti penyelidikan lebih lanjut.
“Anggota kami yang dilapangan sudah mendapatkan rekaman CCTV detik detik kecelakaan dan doa akan mas semoga cepat terungkap.” tutup IPTU Sunarko, Minggu (6/3) pagi.













