Indonewsdaily.com, Kota Malang – Warga sekitaran sungai Amprong (rolak) tepatnya masuk wilayah Jl. Umar Maksum RT. 01 RW. 02 Kel. Kedungkandang, dikejutkan adanya sesosok mayat berjenis kelamin pria yang masih memakai kaos berwarna hitam bergaris lorek-lorek dalam kondisi mengapung, Selasa (25/1) siang.
“Saat saya melintas dijembatan Rolak / Kali Amprong melihat sebuah kaos berwarna hitam bergaris mengapung dari timur kearah bawah jembatan, saat berada di bendungan sungai (bawah jembatan) dan saya turun kebawah untuk memastikan ternyata sesosok mayat.” ungkap Suparman ,54, warga Kedungkandang Timur Sungai RT. 01 RW. 02 Kel. Kedungkandang pada Indonewsdaily.com.
Identitas korban diketahui bernama Muhyi ( 62 ) warga Desa Kedungcaluk Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo dan diketahui telah meninggalkan rumah sang anak sejak Minggu (23/1). Korban yang datang dari Probolinggo mengunjungi rumah sang anak di daerah Jalan Melati Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Kapolsekta Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi mengatakan, tubuh korban kali pertama di temukan warga di lokasi kejadian sekitar pukul 09.30. Saat itu saksi melihat adanya baju yang mengambang, setelah dicek ternayata terdapat tubuh korban.
“Begitu tahu ada jenazah yang mengapung dan terjebak arus air, saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Kedungkandang,” ungkapnya.
Tidak lama setelahnya dirinya beserta anggota Polsekta Kedungkandang mendatangi lokasi, serta dibantu warga menjaga agar tubuh korban tidak terbawa arus sungai. Mantan Kapolsek Kalipare itu juga langsung menghubungi PMI Kota Malang dan Tim INAFIS Polresta Malang Kota untuk melakukan identifikasi.
Sekitar pukul 10.30 jenazah korban berhasil dievakuasi, dan diangkat ke sisi sungai. Korban juga langsung dibawa ke kamar janzah IKF RSSA Malang.
“Dari informasi keluarga memang korban ini sudah pikun dan suka linglung. Selain itu korban suka buang air di sungai. Kemungkinan korban terpeleset dan terbawa arus sungai saat buang air,” jelasnya.
Berdasarkan hasil identifikasi, tidak ditemukan bekas kekerasan apapun di tubuh korban. Hanya beberapa luka gores yang diduga akibat benturan benda-benda di sepanjang aliran sungai.
“Keluarga korban sudah menerima kejadian ini sebagai musibah, dan keluarga juga sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Saat ini jenazah sedang diproses keluarga, untuk segera dimakamkan,” pungkasnya.









