indonewsdaily.com, Malang– Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah dan PLN UP3 Malang dalam mendukung penguatan infrastruktur kelistrikan untuk operasional becak listrik di Kota Malang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PLN UP3 Malang, Jumat (20/2/2026), dan dihadiri oleh Wali Kota Malang, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tamu undangan serta perwakilan 20 pengemudi becak listrik.
Wahyu Hidayat menyampaikan terima kasih kepada manajemen PLN UP3 Malang atas dukungan nyata kepada para pengemudi becak listrik.
Ia mengatakan bahwa sebanyak 20 becak listrik menerima bantuan token listrik gratis sebesar total 1.000 kWh serta dukungan layanan kelistrikan lainnya.
“Yang paling penting, PLN juga mulai menempatkan SPLU untuk memudahkan becak listrik melakukan pengisian daya. Ini bentuk kerja sama yang sangat baik,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, program becak listrik merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian diperkuat oleh pemerintah daerah melalui penyediaan infrastruktur pendukung.
Ke depan, Pemerintah Kota Malang juga membuka peluang bagi PLN untuk memasang Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai aset milik pemerintah kota, termasuk di kawasan-kawasan strategis dan destinasi wisata.
“Kami siap mendukung penuh jika PLN akan menambah titik SPLU atau SPKLU, baik untuk mobil listrik, sepeda listrik, maupun becak listrik. Nanti akan kita petakan bersama lokasi yang paling strategis,” tegasnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti arahan Wali Kota sejak penyerahan becak listrik kepada masyarakat. Salah satu lokasi awal yang dinilai strategis berada di Jalan Sriwijaya Malang, di mana PLN telah memasang dua unit SPLU. Setiap mesin SPLU dilengkapi enam colokan (nozzle) yang dapat digunakan secara bersamaan.
“Sekali pengisian baterai becak listrik rata-rata membutuhkan sekitar 1 kWh. Jika dari kondisi kosong, waktu pengisian bisa mencapai delapan jam, namun rata-rata becak yang datang hanya membutuhkan sekitar dua sampai tiga jam,” jelas Agung.
Saat ini, lanjutnya, terdapat empat titik pengisian daya yang sudah dapat digunakan khusus untuk becak listrik di Kota Malang, yakni dua titik di Jalan Sriwijaya dan dua titik di area Kantor PLN UP3 Malang. Ke depan, jumlah titik tersebut akan terus ditambah sesuai masukan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sebagai bentuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PLN juga membagikan token listrik gratis sebesar 1.000 kWh kepada 20 pengemudi becak listrik, yang dibagi untuk dua lokasi di Jalan Sriwijaya. PLN tidak menutup kemungkinan akan menambah kembali bantuan token pada periode berikutnya.
Agung menambahkan, secara umum biaya pengisian daya di SPLU relatif terjangkau, yakni sekitar Rp2.500 untuk satu kali pengisian penuh dari kondisi baterai kosong. Bahkan, dalam beberapa hari ke depan, pengisian daya bagi pengemudi becak listrik di PLN UP3 Malang direncanakan dapat digratiskan sementara.
Selain untuk becak dan sepeda motor listrik, SPLU juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan UMKM maupun kegiatan masyarakat yang memerlukan pasokan listrik legal dan terjangkau, seperti pameran, pasar malam, dan kegiatan publik lainnya.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Kota Malang dan PLN berharap ekosistem kendaraan listrik, khususnya becak listrik, semakin berkembang serta mampu mendukung transportasi ramah lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(win)














