Foto: Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori saat sosialisasi Pilkada 2024.
Indonewsdaily.com, Mojokerto — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menyasar wilayah perbatasan dengan daerah lain untuk menggelar sosialisasi Pilkada Serentak 2024.
Dipilihnya daerah marjinal atau pinggiran ini diharapkan mampu mendongkrak partisipasi masyarakat dan juga mensosialisasikan Pilkada serentak 27 November 2024.
Seperti dilakukan KPU Kab. Mojokerto saat sosialisasi di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawablandong, Selasa (30/7/2024). Untuk diketahui Desa Sumberwuluh berbatasan dengan wilayah Lamongam dan Gresik.
“Karena Desa Sumberwuluh ini termasuk wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar mendapatkan informasi yang sama terkait Pilkada Serentak 2024,” kata Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori.
Lebih lanjut Muslim juga menekankan kepada peserta sosialisasi agar masyarakat tidak mudah terpedaya dengan isu HOAX.
“Dalam momen Pemilu, berita maupun isu HOAX cenderung semakin meningkat. Terlebih di Desa Sumberwuluh yang berada di wilayah perbatasan, menjadi tantangan tersendiri bagi KPU untuk mengantisipasi merebaknya isu-isu yang menyesatkan,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi kali ini Muslim memberikan kiat-kiat agar masyarakat tidak termakan isu Hoax. Diantaranya, perlunya melakukan verifikasi sember informasi tersebut.
“Biasanya informasi seperti ini beredar di grup-grup medsos seperti WhatsApp dan sebagainya. Jadi jangan langsung dipercaya, perlu dikroscek dulu,” jelas Muslim.
“Apalagi jika Ibu-ibu malah meneruskan informasi tidak jelas ini ke grub keluarga atau semacamnya, tentunya isu HOAX itu semakin menyebar kemana-mana,” tuturnya.











