Indonewsdaily.com, Surabaya – Bertempat di Surabaya dan Jombang pada tanggal 5 Januari 2021. UNESCO mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis empati di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur melalui serangkaian pelatihan.
Dalam tema pembelajaran empati, UNESCO bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Perkumpulan Inovasi
Tangguh Indonesia (InTI) telah sukses melaksanakan serangkaian pelatihan dengan tema Belajar Empati untuk siswa-siswi di 2 sekolah di wilayah Kota Surabaya dan 2 madrasah di wilayah
Kabupaten Jombang.
Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Program Learning for Empathy (Belajar Empati) Tahap 2 UNESCO yang diselenggarakan sejak tahun 2020 lalu.
Rangkaian pelatihan dimulai sejak 3 Januari 2022 di SMP Negeri 3 Kota Surabaya dengan partisipasi 60 siswa dari SMPN 3 dan SMPN 41 Kota Surabaya sebagai sekolah percontohan (piloting school) dari Program ini. Kegiatan serupa rencananya akan diselanggarakan pada tanggal 6-7 Januari 2022 di MTsN 17 Kabupaten Jombang dengan partisipasi dari siswa-siswa dari MTsN 17 dan MTsN 6 Kabupaten Jombang.
Pelatihan yang diselenggarakan meliputi Pelatihan Penulisan Kreatif dan Pelatihan Literasi Digital. Diharapkan melalui kegiatan ini siswa peserta dapat memperkuat keterlibatan dan partisipasi
mereka dalam Pembelajaran Empati di sekolah dan komunitasnya, menumbuhkan perdamaian, dan toleransi antar siswa, dan meningkatkan pengetahuan siswa dalam hal literasi digital.
Anik Candra Yani, S.Kom, guru di SMP Negeri 3 Kota Surabaya sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah diinisiasi oleh UNESCO ini.
“Kami sangat merasakan manfaat dari program Learning for Empathy dari UNESCO ini karena selain para guru difasilitasi untuk mampu menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan memasukkan tema empati ke semua mata pelajaran, kami bisa melihat sekarang bagaimana siswa-siswa kami mendapatkan manfaat langsung dari rangkaian pelatihan yang sudah digelar oleh UNESCO ini, mereka akan mampu juga memvisualisasikan pengalaman tersebut melalui pembuatan video klip.” kata Anik.
Sukarjo, S.Pd, M.M, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Surabaya menambahkan bahwa program Learning for Empathy yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu dengan para guru dan dilanjutkan tahun ini.
“Kami sangat berterimakasih kepada UNESCO atas adanya program ini dimana kami merasa mampu mendiseminasikan pengalaman ini kepada guru-guru Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaaan dan Kurikulum diseluruh SMP Negeri yang ada di kota Surabaya,” ungkapnya.
UNESCO menekankan pentingnya program Learning for Empathy ini untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mewujudkan budaya perdamaian dan anti kekerasan ke depan.
Gunawan Zakki, UNESCO National Professional Officer for Education, menjelaskan program Learning for Empathy Tahap 2 ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa,
keterlibatan, dan kontribusi konkrit.
“Mereka dalam pembelajaran empati di sekolahnya, untuk memperkuat peran siswa sebagai agen perubahan di masa depan dalam membawa pesan mengenai perdamaian, toleransi dan empati, dengan demikian ini akan menjamin adanya transformasi sosial ke depan yang mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai indikator serta menghargai keberagaman budaya dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti-kekerasan.” terangnya. (win)








