Indonewsdaily.com, Kota Malang – Tim Reskrim gabungan dari Polresta Malang Kota dan Polsekta Sukun tadi malam, Rabu (5/1/2022) melakukan penangkapan 3 orang pelaku pengroyokan terhadap Sendik Wibowo, 21, warga Jalan Pelabuhan Tanjung Emas, Bakalan Krajan, Sukun, Kota Malang, Kamis (6/1/2022) siang.
Kapolsekta Sukun Kompol Nyoto Gelar saat dikonfirmasi awak media membenarkan terkait petugas gabungan yang menangkap 3 orang pelaku terkait kasus pengroyokan.
“Benar mas tadi malam petugas gabungan melakukan penangkapan 3 orang yang terkait dengan pengeroyokan itu. Yakni Misenan, Dwi (anak Misenan) dan Kaconk, kuli bangunan Misenan. Dan saat ini masih menjalani pemeriksaan.” ucap Nyoto yang pernah menjabat Kapolsek Bumiaji, Kamis (6/1/2022) siang.
Peristiwa pengroyokan itu terjadi Sabtu (1/1) dini hari, Sendik dikeroyok beberapa pemabuk, tidak jauh dari rumahnya. Ia mengaku tidak melakukan kesalahan apa – apa terhadap para pemabuk itu, saat hendak melewati jalan depan rumah Misenan, kakeknya.
Diceritakan Sendik, sapaan akrabnya memaparkan bermula ketika ia dan Eko, tetangganya merayakan pergantian tahun dengan acara bakar jagung depan rumah. “Saat itu, pak Jumar, tetangga lewat. Saya diundang makan di rumahnya,” kata dia kepada awak media.
“Setelah membersihkan bekas bakar – bakar, saya dan Eko ke sana. Jalan kaki karena dekat,” lanjutnya. Saat hendak melewati rumah Senan, kakeknya, ia mendapat teriakan. “Koen kate nang endi? Aku gak butuh koen,” teriak Senan waktu itu.
“Saya mau ke rumah pak Jumar. Saya diundang makan,” balas Sendik. Jumar yang mendengar, ikut keluar rumah yang hanya selisih satu rumah di TKP. Ia membenarkan kalau mengundang Sendik ke rumah. Disinilah peristiwa itu terjadi.
Tiba – tiba muncul beberapa pemuda dari dalam rumah Senan. Tanpa banyak kata, ia diseret dan dipukuli. Hampir sekitar 10 menit, ia dihajar hingga akhirnya jatuh ke aliran air. Eko, temannya, juga sempat ditarik tapi berhasil lolos.
Jumar tak bisa melerai karena terlalu banyak pengeroyoknya. “Bau minuman keras semua. Setelah mengeroyok itu, mereka masuk ke rumah pak Senan,” katanya. Salah satu pelakunya, ia tahu dengan sebutan nama Kaconk. “Saya tahu dia pekerja bangunannya pak Senan,” terangnya.
Akibat pengeroyokan itu, ia mengalami luka rrobek di dahi kanan, siku tangan kanan bengkak dan tulang rusuk kanan memar. Dini hari itu juga, ia melapor ke Mapolsekta Sukun. “Saya tidak terima anak dikeroyok tanpa ada kesalahan. Keadilan harus ditegakkan,” tegas Guntur, ayah korban.








