indonewsdaily.com, Malang – Arema FC resmi memperkenalkan jersey yang akan dikenakan pada ajang Piala Presiden 2026. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya perjalanan Singo Edan menyambut musim kompetisi 2026/2027, sekaligus menghadirkan identitas baru yang sarat makna.
Tak sekadar menjadi seragam pertandingan, jersey terbaru Arema FC dirancang sebagai representasi sejarah, karakter, dan semangat klub. Mulai dari pemilihan warna hingga motif yang menghiasi kain, seluruh elemen memiliki filosofi yang mencerminkan perjalanan serta nilai-nilai yang dipegang Arema FC.
Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti, mengatakan peluncuran jersey ini merupakan momentum penting bagi klub dalam mengawali musim baru melalui ajang Piala Presiden 2026.
“Jersey bagi Arema FC bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Jersey adalah representasi identitas, kebanggaan, sejarah, sekaligus semangat baru yang ingin kami bawa dalam menyambut musim kompetisi. Momentum Piala Presiden menjadi awal yang tepat untuk memperkenalkan wajah baru Arema FC kepada seluruh Aremania,” ujar Irma.
Untuk jersey utama, Arema FC mengusung warna biru navy. Pilihan warna tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap salah satu era yang masih melekat dalam ingatan Aremania, yakni jersey Arema pada musim 2008.
Namun, menurut Irma, penggunaan warna navy bukan sekadar menghadirkan nostalgia. Warna tersebut dipilih karena mampu memberikan karakter yang lebih kuat, elegan, dan berwibawa, sekaligus menggambarkan kedewasaan Arema FC dalam memasuki musim baru.
“Kami tetap mempertahankan biru sebagai identitas utama Arema FC. Kali ini kami menghadirkannya dalam nuansa navy yang lebih kuat dan elegan. Filosofinya adalah bagaimana Arema FC terus tumbuh menjadi klub yang semakin matang tanpa pernah meninggalkan sejarahnya,” katanya.
Sementara itu, jersey tandang hadir dengan warna putih tulang (off white). Warna ini dipilih sebagai penyegaran dari identitas jersey tandang Arema FC yang selama ini identik dengan warna putih.
Irma menjelaskan, putih tulang melambangkan kesederhanaan, ketenangan, serta semangat untuk selalu kembali pada nilai-nilai dasar sepak bola, yakni sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan.
“Selain memberikan tampilan yang lebih elegan, warna ini juga menjadi pembeda dibandingkan jersey-jersey Arema FC pada musim-musim sebelumnya,” imbuhnya.
Pada jersey penjaga gawang, Arema FC menghadirkan dua pilihan warna, yakni biru muda dan merah. Selain mempertimbangkan aspek teknis agar kiper memiliki warna yang kontras dengan pemain lain di lapangan, kedua warna tersebut juga mengandung makna tersendiri.
Biru muda merepresentasikan ketenangan, fokus, dan kepercayaan diri sebagai benteng terakhir pertahanan tim. Sementara merah melambangkan keberanian, determinasi, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap ancaman di depan gawang.
“Penjaga gawang bukan hanya pemain terakhir di lini pertahanan, tetapi juga sosok pemimpin yang harus mampu tetap tenang di bawah tekanan sekaligus berani mengambil keputusan pada momen-momen penting pertandingan,” jelas Irma.
Salah satu pembeda jersey Arema FC musim ini terdapat pada penggunaan motif jacquard yang menghiasi seluruh permukaan kain. Motif tersebut terinspirasi dari bunga Lotus atau Teratai yang dikenal sebagai salah satu simbol Kota Malang.
Teratai dipilih karena memiliki filosofi mampu tumbuh dan mekar dengan indah di tengah berbagai kondisi. Nilai tersebut dinilai selaras dengan karakter Arema FC yang terus bangkit, berkembang, dan berjuang memberikan yang terbaik dalam setiap tantangan.
“Motif Lotus menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang. Kami ingin jersey ini tidak hanya membawa nama Arema FC, tetapi juga memperkenalkan simbol dan kebanggaan daerah kepada masyarakat sepak bola Indonesia,” tutur Irma.
Melalui peluncuran jersey ini, Arema FC berharap identitas baru yang dihadirkan mampu memperkuat ikatan emosional antara klub dengan Aremania, sekaligus menjadi simbol perjalanan baru Singo Edan menghadapi musim kompetisi.
“Semoga jersey ini menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan semangat baru Arema FC dalam mengarungi Piala Presiden 2026 sebagai ajang pemanasan sebelum memasuki Super League musim 2026/2027. Kami berharap setiap pemain bangga mengenakannya di lapangan dan seluruh Aremania juga bangga memakainya di mana pun berada,” pungkas Irma. (*)











