Indonewsdaily.com, Malang – Hudi Cahyono (37) pelaku pembacokan ayah kandungnya sendiri yang tinggal satu atap dirumah orangtunya di Dusun Krajan RT. 20 RW. 03 Desa Jambangan Kecamatan Dampit, dikenal warga sekitar mengalami depresi. Namun depresinya tidak agresif. Dia terkenal hanya diam dan tidak banyak bicara. Rabu (5/1/2022) siang.
Namun sudah berjalan 10 hari ini, orang tua pelaku membangun rumah (renovasi) membuat pelaku merasa terganggu atau terusik kebisingan dan membuat pelaku menjadi marah hingga membacok bapak kandungnya hingga tewas dilokasi.
Kaur Umum Desa Jambangan Krajan, Sabar Santoso bahkan menyebut, Rabu pagi (5/1) sebelum kejadian, Budi mengakui akan memukuli bapaknya sendiri.
“Jadi, dia bilang kepada saya pagi tadi, bahwa korban Suradi akan memukul Budi. Sehingga, sebelum korban memukul, Budi memilih untuk memukul duluan,” kata Sabar kepada wartawan di KM RSSA Malang, Rabu siang (5/1/2022) siang.
Menurut Sabar, sebelum ini, Budi memang terkenal pendiam. Bahkan, dia tidak pernah menunjukkan tendensi agresi.
“Sore kemarin (Selasa) kami masih lihat dia, pendiam seperti biasa. Walaupun, selama 10 hari terakhir, dia memang acapkali menunjukkan kemarahan,” terang Sabar.
Dia merasa, Budi terganggu akibat renovasi rumah yang berisik. Dan puncaknya tragedi ini pun terjadi Rabu pagi tadi (5/1). Budi yang menurut warga terkenal memiliki gangguan jiwa, langsung menjadi pelaku pembunuhan bapaknya sendiri.
“Kami terpaksa harus mengikat dan melumpuhkan dia. Karena, membahayakan. Apalagi ada anak kecil di sekitar lokasi kejadian,” tandas Sabar.
Berita sebelumnya, diduga dipresi serta emosi seorang anak kandung tega membacok ayah kandungnya serta melukai kakak perempuannya sendiri di dusun Krajan Desa Jambangan Keccamatan Dampit Kabupaten Malang.
Informasi yang diperoleh Indonewsdaily.com, pelaku diketahui bernama Hudi Cahyono (37), korban tewas bernama Suradi (65), yang merupakan ayah kandung pelaku. Dan korban luka bernama Ponimi (47) kakak pelaku yang dirawat di RS Bokor Turen.














