Foto: Pelatihan maggot yang dilakukan DLH Kota Mojokerto dalam inovasi debu meja kursi
Indonewsdaily.com, Mojokerto — Bimbingan teknis pelatihan Budidaya Maggot yang dihadiri masyarakat guna mengurangi sampah organik yang ada di Kota Mojokerto. Kegiatan pelatihan ini sudah diawali dengan sosialisasi yang telah dilakukan pada bulan Juni lalu yang dihadiri oleh Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Amin Wachid.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Plt. Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan bahwa pelatihan teknis akan dilakukan di Kelurahan Prajurit Kulon. Lokasi tersebut menjadi pilot project budidaya maggot atas terobosan Gempa Genting yang menjadi unggulan pada ajang Innovative Government Awards (IGA) Tahun 2022.
Bimbingan teknis ini merupakan rangkaian dari inovasi DEBU MEJA KURSI (Dengan Budidaya Magot jadi Pengurangan Sampah Secara Signifikan) dimana nanti masyarakat bisa belajar langsung budidaya maggot di Keluarahan Prajurit Kulon.
Tidak hanya itu saja, masyarakat juga bisa melihat langsung budidaya yang telah diterapkan di dua tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) di TPS3R Muria, Kelurahan Kedundung, dan TPS3R Magersari, Kecamatan Magersari.
Kedua tempat tersebut dikelola langsung oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto.
Adapun target dari bimtek budidaya maggot tidak hanya untuk mengurangi sampah organik tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat.













