Indonewsdaily.com, Surabaya – Pasca insiden kebakaran dahsyat Depo milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat, (03/03/2023), Rumah Kebangsaan Jawa Timur memberikan sejumlah tuntutan. Salah satu tuntutan, memiinta Dirut Pertamina untuk mundur dari jabatan.
Seperti diketahui, selain menghanguskan sejumlah bangunan, kebakaran ini juga menyebabkan 17 orang meninggal dunia, lebih dari 50 orang luka-luka, dan ratusan orang lainnya mengungsi.
Selain itu, kebakaran Kilang Minyak Putri Tujuh Pertamina RU II Dumai, Provinsi Riau, juga terjadi pada Sabtu (01/04/2023. Akibatnya, kebakaran memakan korban, sebanyak 5 orang yang terkena pecahan kaca di shelter operator.
“Kami menduga sejak awal perihal baffer zone Pertamina pun kurang diseriusi. Pasalnya, Masih banyak depo atau terminal BBM (TBBM) milik Pertamina yang berimpitan dengan permukiman warga, ” jelas Sekretaris Rumah Kebangsaan Jawa Timur, Edwin Rilo Pambudi melalui aksi bersama sejumlah mahasiswa.
Ia menilai, juga ada ada sembilan depo milik Pertamina yang berisiko tinggi dan bisa menimbulkan dampak seperti kebakaran di area depo BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara.
Atas hal itu, ia bersama ahasiswa yang tergabung dalam Rumah Kebangsaan Jawa Timur tidak akan tutup mata atas kasus yang sudah ada dan berdampak kerugian materiil dan non materiil bagi masyarakat dan juga bagi perekonomian negara.
Berikut tuntutan Rumah Kebangsaan Jawa Timur :
1. Mendesak pemerintah untuk menginvestigasi dan mekakukan evaluasi secara menyeluruh atas kondisi yang terjadi di Depo Plumpang
2. Menuntut Dirut Pertamina untuk mundur dari Jabatan , sebagai bentuk pertanggung jawaban penuh atas kejadian ini, dimana PT Pertamina adalah pihak yang punya tanggung jawab penuh atas setiap resiko yang terjadi di daerah operasi nya
3. Mendesak PT Pertamina memberikan lahan relokasi untuk warga yang terdampak dari kebakaran Depo Plumpang
4. Menutut PT Pertamina Patra Niaga Jatim, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) yang notabene punya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) atau Depo Pertamina di Jalan Perak Barat, Surabaya, yang berdekatan dengan permukiman warga untuk turut aktif dalam upaya mitigasi resiko.
Rumah Kebangsaan Jawa Timur berharap agar tuntutan tersebut bisa ditindaklanjuti. Dengan harapan, meminimalisir kembalinya terjadi kebakaran depo Pertamina.















