Perkuat Ketahanan Gizi, Pemkot Malang Resmikan SPPG Sukoharjo II di Kecamatan Klojen

indonewsdaily.com, Malang — Pemerintah Kota Malang resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo II di Jalan Aries Munandar No. 60, Kecamatan Klojen, Jumat (27/3/2026). Peresmian ini menandai beroperasinya dapur layanan gizi ke-75 di Kota Malang, menjadi penguatan penting dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat penerima manfaat (PM).

Acara dihadiri jajaran penting, di antaranya Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Harjito B. SSTP, M.Si., perwakilan Yayasan Sinergy AN NAHL Indonesia Ahmad R. Kurniawan, Forkopimda, pimpinan OPD, camat dan lurah, hingga para kepala SPPG se-Kota Malang.

Dalam sambutannya, Ahmad R. Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Malang dan BGN atas dukungan selama proses persiapan sejak akhir 2025.
“SPPG adalah satuan pelayanan, bukan untuk mencari keuntungan. Kami bekerja memberikan pelayanan setulus hati, dan setiap menu wajib memenuhi standar gizi yang ditetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Harjito menekankan bahwa kebutuhan SPPG di Kota Malang akan terus bertambah seiring perluasan program gizi nasional.
“Jumlah penerima manfaat kini mencapai 170.743 orang dan dipastikan meningkat ketika regulasi baru berlaku, termasuk untuk lansia, difabel, dan anak tidak sekolah,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya politik anggaran dan perlindungan rantai pasok pangan lokal.
“Dana gizi nasional mencapai Rp723 miliar. Kami berharap Wali Kota dapat menjaga agar perputaran dana ini tetap berada di Kota Malang dengan memaksimalkan potensi pangan lokal,” terangnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas pengelolaan SPPG Sukoharjo II serta memastikan pelaksanaan program berjalan tanpa temuan negatif.
“Ini bukti bahwa SOP dan mekanisme telah berjalan dengan baik. Kami memastikan pengawasan dilakukan ketat oleh Satgas dan perangkat daerah terkait,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi pelibatan warga sekitar sebagai relawan pengelola.
“Terima kasih karena telah memberdayakan warga Sukoharjo. Ini sinergi yang baik antara yayasan dan masyarakat,” ujarnya.

Wahyu kembali menegaskan pentingnya memanfaatkan bahan baku pangan lokal untuk menjaga ekonomi daerah.
“Kita harus mengoptimalkan potensi lokal agar perputaran dana tetap di Kota Malang dan tidak lari ke daerah lain,” ungkapnya.

Peresmian ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas dapur SPPG. Dengan hadirnya dapur layanan gizi ke-75 ini, Pemkot Malang berharap distribusi layanan pemenuhan gizi semakin efektif, merata, dan tepat sasaran.

SPPG Sukoharjo II kini resmi beroperasi dengan dukungan relawan dan pengelola yang telah mendapatkan pelatihan standar dari Badan Gizi Nasional.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *