Indonewsdaily.com, Mojokerto – Program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) untuk warga berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Mojokerto yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Mojokerto di bawah kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari (Ning Ita) melalui Dinas PUPR Perakim mendapatkan respon positif dari para penerima manfaat.
Para penerima manfaat mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan BRS, sehingga rumah mereka yang sebelumnya tidak layak kini layak huni. Hal itu diungkapkan oleh Supriyono warga Tirta Suam 1 Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari.
Supriyono menceritakan rumah yang ia tempati kondisinya sangat tidak layak. Sejumlah kerusakan terlihat, mulai dari tembok hingga atap yang hampir ambruk. Setelah mendapat BRS, kini kondisi rumahnya sangat layak, atap yang hampir ambruk kini kokoh, tembok pun ditinggikan, cendela dan kusen pintu diperbaiki. Kini, dengan rumah yang layak, Supriyono dan empat anggota keluarganya mengaku sangat senang.

“Dulu sebelumnya rumah ini rusak, kini sudah sangat layak. Terimakasih sudah diperbaiki. Alhamdulillah,” ujar bapak dua anak ini.
Hal senada juga dikatakan oleh Sutilah warga Gang Janur Lingkungan Sekarputih Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari. Ia mengaku merasakan manfaat program BRS yang digagas oleh Pemkot Mojokerto.
“Terimakasih kepada Pemkot dan ibu Walikota sudah membantu memperbaiki rumah saya,” ujar lansia yang tinggal bersama dua cucunya itu.
Sutilah menceritakan rumahnya dulu hampir ambruk lantaran dindingnya dari bambu, atap rumah juga sudah sangat memprihatinkan. Kini, setelah mendapatkan BRS, kondisinya sangat layak huni.
“Alhamdulillah terimakasih sudah diberikan bantuan,” katanya.

Penerima BRS lainnya, Januarto warga Balongsari Kelurahan Balongsari juga sangat berterimakasih telah mendapat bantuan dari Pemkot. Pria yang berjualan es ini mengaku bersyukur rumahnya kini layak huni.
“Semoga program seperti ini terus ada. Terimakasih sudah memberikan bantuan,” katanya.
Sementara itu Kabid Bidang perumahan rakyat dan pemukiman DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Indra Suryadiansyah mengatakan pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui Program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) Tahun 2026. Sebanyak 116 warga berpenghasilan rendah (MBR) dari tiga kecamatan di Kota Mojokerto akan menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program tersebut. Pada tahap pertama sebanyak 63 sudah rampung terselesaikan, sedangkan 53 sasaran masuk pada tahap dua yang saat ini masih berproses.
“Untuk satu sudah rampung sedangkan tahap dua kita targetkan pada November akan rampung,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 21 juta yang disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima dan penggunaannya harus sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan program.
Dalam program BRS ini masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp21 juta. Dimana sebesar Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan dan Rp3,5 juta untuk upah tenaga kerja. Sementara apabila kebutuhan perbaikan rumah melebihi nilai bantuan yang diberikan, penerima manfaat dapat menambahkan dana secara swadaya sesuai kondisi masing-masing. Dan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan tenaga fasilitator lapangan yang akan mendampingi para penerima manfaat se- Kota Mojokerto.
“Karena ini program rumah swadaya, penerima manfaat juga harus memiliki partisipasi atau kontribusi sesuai kebutuhan perbaikan rumahnya. Besarannya berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan dan bagian rumah yang akan diperbaiki,” jelasnya.













