Hebat! World Bank Kaji Integrasi Gayatri dalam Satusehat di Kota Mojokerto

 

 

 

Foto: Wali Kota Mojokerto Ika PuspitasarI didampingi Kepala DinkesP2KB menyerahkan cendera mata kepada perwakilan word bank-jen

Indonewsdaily.com, Mojokerto — Inovasi yang dihasilkan Dinas di Kota Mojokerto kembali menjadi rujukan. Kali ini, inovasi Gerbang Layanan Informasi Terintegrasi (Gayatri) Kota Mojokerto yang merupakan aplikasi satu data kesehatan di Kota Mojokerto kembali menjadi rujukan untuk penanganan kesehatan.

Setelah sukses untuk pengendalian covid-19 dan saat ini tengah digunakan untuk pengendalian stunting di Kota Mojokerto, integrasi data dalam Gayatri juga menjadi rujukan oleh World Bank untuk penanganan tubercolusis (TB).

Rencana pendokumentasian data satu sehat yang ada dalam Gayatri disampaikan oleh dr. M. Hardhyanto dari World Bank saat diterima oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Ruang Sabha Pambojana Rumah Rakyat pada Senin (4/9/2023). Dengan adanya pendokumentasian dari World Bank ini, Ning Ita sapaan akrab wali kota menyambut baik hal tersebut.

“Gayatri yang telah terbangun sejak 2019 dan dikembangkan menjadi Gayatri Kendali Covid mampu membawa Kota Mojokerto mencapai target dalam vaksninasi covid-19. Tentunya bila dapat diadopsi dan direplikasi dapat membawa manfaat yang lebih besar tidak hanya bagi Kota Mojokerto tapi juga bagi Indonesia,” tuturnya.

Data dalam Gayatri yang berdasar atas By Name By Address (BNBA) juga mendapat apresiasi dari pihak World Bank. “Saya apresiasi data di Kota Mojokerto yang sudah by name by address sehingga itu merupakan data agregat yang bisa ditelusur,” pungkasnya.

Perwakilan dari World Bank dr. Hardhyanto juga menyampaikan bahwa integrasi data yang dilakukan di Kota Mojokerto akan didokumentasikan untuk kemudian didiseminasikan ke daerah-daerah lain.

“Kami mohon izin untuk mendokumentasikan proses yang sudah ada di Kota Mojokerto baik dari rumah sakit, puskesmas, bagaimana proses integrasi yang dilakukan. Hasil dokumentasi nantinya akan dipublish kabupaten/kota yang lain,” terangnya

Dalam pendokumentasian data selain data dari RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, juga akan dilakukan pendokumentasian data dari RS Reksa Waluya , RS. Kamar Medika serta dari bebera Puskesmas di Kota Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *