indonewsdaily.com, Malang– Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang digelar khidmat di halaman depan Balai Kota Malang, Rabu (1/4/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang sekaligus memaparkan capaian pembangunan Kota Malang selama satu tahun terakhir.
Dalam amanatnya, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa Kota Malang berhasil mencatatkan kinerja pembangunan yang positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya sejumlah indikator makro sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang kini mencapai 85,55, menjadikannya tertinggi kedua di Jawa Timur. Perbaikan juga tercermin pada penurunan angka kemiskinan menjadi 3,85 persen, turunnya tingkat pengangguran menjadi 5,69 persen, serta kenaikan pertumbuhan ekonomi hingga 5,92 persen.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Kota Malang berjalan ke arah yang positif,” ujar Wahyu Hidayat dalam sambutannya.
Selain capaian indikator sosial dan ekonomi, Kota Malang juga menorehkan berbagai prestasi di kancah nasional hingga internasional pada 2025–2026. Pada level dunia, Kota Malang meraih predikat Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Arts, Clean Air Quality Cities Award, serta Clean Urban City Standard.
Sementara itu, di tingkat nasional dan daerah, Pemerintah Kota Malang mengoleksi:
37 penghargaan tingkat nasional
29 penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur
2 penghargaan tingkat regional Malang Raya
Tahun ini, peringatan HUT Kota Malang mengusung tema “Ngalam Melintas, Bergerak Luntas, Booys Berkelas.” Tema tersebut, menurut Wali Kota, menggambarkan semangat untuk memastikan setiap program pembangunan selesai tuntas dan memberikan dampak nyata.
“Bergerak luntas berarti setiap program harus selesai dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Meski menunjukkan tren capaian positif, Pemkot Malang memastikan tidak akan berpuas diri. Wahyu menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi percepatan pembangunan pada tahun-tahun mendatang.
“Momentum HUT ini harus menjadi titik akselerasi agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Memasuki usia 112 tahun, Kota Malang menegaskan posisinya sebagai kota dengan kinerja pembangunan yang kompetitif, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.(win)















