Foto: Anak-anak antusias saat disambut maskot Burhan
Indonewsdaily.com, MOJOKERTO – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto menghadirkan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak melalui program Perpustakaan CERIA (Cerdas, Edukatif, Riang, dan Aktif). Program ini dikemas dalam kunjungan edukatif ke Perpustakaan Umum Kota Mojokerto, Rabu (23/9/2026), yang diikuti 120 siswa dan guru pendamping dari SDI Permata Kota Mojokerto.
Sejak datang, siswa nampak antusias, semangat dan ceria, lantas diajak berkenalan dengan maskot Si Burhan (Si Burung Hantu) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai simbol literasi.
Selanjutnya, anak-anak diajak library tour mengenal lingkungan perpustakaan, koleksi buku, ruang layanan, dan fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk membaca dan belajar.
Pendekatan ini membuat anak mengenal perpustakaan tanpa kesan pembelajaran formal. Keceriaan makin terasa lewat ice breaking dan senam bersama. Aktivitas ini membangun suasana akrab sebelum masuk ke inti literasi.
Setelah itu, siswa membaca buku pilihan sesuai usia dan minat. Kegiatan dilanjutkan mendengarkan dongeng dan membaca nyaring. Metode ini efektif merangsang imajinasi, kosakata, dan rasa ingin tahu anak.

Suasana semakin meriah lewat game edukatif yang mengasah pengetahuan, komunikasi, dan kerja sama. Anak-anak belajar bahwa literasi tidak harus tenang dan kaku, tapi bisa lewat permainan dan interaksi.
Di penghujung kegiatan, siswa diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan. Antusiasme mereka menunjukkan perpustakaan bisa menjadi ruang yang ramah dan menyenangkan bagi anak.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto, Abd. Rachman Tuwo MN, S.Sos, M.M mengatakan melalui Perpustakaan CERIA, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ingin memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat dan pusat literasi masyarakat.
“Inovasi ini tidak hanya soal jumlah kunjungan, tapi kualitas pengalaman pemustaka. Dengan layanan yang kreatif dan sesuai karakter anak, kami ingin tumbuhkan cinta baca sejak dini,” katanya.
Lebih lanjut Tuwo menambahkan program CERIA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tapi jadi langkah awal membangun kebiasaan berkunjung ke perpustakaan, membaca, dan mengeksplorasi pengetahuan.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tapi ruang untuk tumbuh, belajar, dan berimajinasi,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Perpustakaan, Iswahyudi mengatakan inovasi perpustakaan Ceria diharapkan mampu mengenalkan, menumbuhkan budaya literasi di masyarakat khususnya bagi pelajar di Kota Mojokerto.
“Lembaga pendidikan bisa mengajukan surat kunjungan, selajutnya tim Perpusip akan menjadwalkan,” tuturnya.













