Indonewsdaily.com, Mojokerto — Pada tahun 2026 ini, Pemkot Mojokerto akan mengulirkan tiga proyek fisik untuk pembangunan kantor. Ketiga proyek itu yakni kantor BPBD, kantor Baznas, dan ruang pertemuan di bekas gedung DPRD.
Informasi yang dihimpun, ketiga paket fisik tersebut telah dianggarkan dalam APBD 2026. Markas BPBD Kota Mojokerto bakal dibangun di bekas gedung Bawaslu Kota Mojokerto. Sedangkan kantor Baznas akan menempati lahan bekas markas Babinminvetcaddam V/Brawijaya yang juga kantor Minvetcad V/5 Mojokerto.
“Ketiga proyek pembangunan itu ada di tahun ini,” kata Kabid Penataan Ruang, Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Perakim Ferry Hendri Koerniawan.
Sementara itu, proyek pembangunan ruang pertemuan merupakan pekerjaan lanjutan di bekas gedung DPRD Kota Mojokerto yang berada di kompleks Balai Kota Mojokerto. Tahun lalu, lantai satu gedung tersebut telah dibangun menjadi masjid senilai Rp 1 miliar.
Kini, bagian lantai dua di atas masjid tersebut bakal digarap menjadi ruang pertemuan.
”Anggarannya lebih banyak dari masjid karena ada pekerjaan atap,” imbuhnya.
Ferry mengungkapkan, pekerjaan tersebut tak akan mengganggu bangunan masjid di bawahnya. Menurutnya, akses konstruksi hingga kebutuhan sanitasi kedua lantai bangunan tak saling bersinggungan. Pekerjaan tersebut nantinya meliputi penggantian atap, rehab dinding dan lantai, serta pengerjaan fasad.
Selain membangun tiga gedung baru, tahun ini proyek lanjutan di kantor Kecamatan Kranggan juga bakal digeber. Kantor baru yang berada di kompleks belakang Rumah Sakit Gatoel, Jalan Kranggan 1-A, itu bakal disentuh pemavingan.
Adapun pembangunan gedung kantor telah bergulir pada 2024 lalu dengan nilai Rp 6,2 miliar. ”Tahun ini pekerjaan lanskap penyelesaian paving,” tandasnya.











