FKAUB Bersama Organisasi Keagamaan, Komunitas, Lembaga Pendidikan, hingga Ormas di Malang Raya Bagikan 1.112 Paket Takjil.

indonewsdaily.com, Malang- Tokoh agama bersama anak-anak lintas agama dan kepercayaan membagikan 1.112 paket takjil gratis kepada masyarakat di depan Balai Kota Malang, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang yang jatuh pada 1 April 2026 mendatang.

Aksi berbagi tersebut diinisiasi Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang bersama Forum Bhineka Muda Malang Raya. Ratusan peserta dari berbagai agama, organisasi masyarakat, serta komunitas pemuda terlibat langsung dalam kegiatan pembagian takjil kepada warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Sekretaris Jenderal FKAUB Malang, Pdt. David Tobing, mengatakan jumlah 1.112 paket takjil yang dibagikan memiliki makna khusus, yakni melambangkan usia Kota Malang yang akan menginjak 112 tahun.

“Tahun ini kami menyiapkan 1.112 paket takjil sebagai simbol peringatan HUT ke-112 Kota Malang yang akan diperingati pada 1 April 2026,” ujar David.

Ia menjelaskan, seluruh paket takjil tersebut merupakan hasil donasi dari sekitar 26 organisasi keagamaan, komunitas, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan di Malang Raya. Donasi datang dari berbagai unsur, mulai dari gereja, vihara, komunitas penghayat, organisasi pemuda, hingga kampus.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang yang memberikan izin penggunaan area depan Balai Kota sebagai lokasi kegiatan. Selain itu, personel Banser Kota Malang serta mahasiswa Universitas Merdeka Malang turut membantu kelancaran acara.

Sekitar 370 peserta dari enam agama dan satu kelompok penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama membagikan takjil kepada masyarakat sambil mengenakan atribut organisasi dan keagamaan masing-masing.

Menurut David, kegiatan ini tidak hanya bertujuan berbagi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana merawat kebhinekaan dan memperkuat moderasi beragama di Kota Malang.

“Kami ingin menanamkan nilai toleransi sejak dini kepada anak-anak agar mereka bisa hidup berdampingan dalam perbedaan dan saling berbagi kasih,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, FKAUB Malang berharap semangat kerukunan antarumat beragama di Kota Malang terus terjaga dan menjadi contoh harmoni kebhinekaan bagi daerah lain di Indonesia. (nal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *