Foto: Jumaedi Malik dan Moh. Harun usai deklarasi koalisi Gerindra-PKB.
Indonewsdaily.com, Mojokerto – Kontestasi Pilkada Kota Mojokerto semakin mengerucut pada pasangan calon. Kali ini, PKB setelah resmi berkoalisi dengan PPP, kini dapat tambahan koalisi yakni partai Gerindra.
Dengan dua kursi dewan, kini koalisi yang dikomandani Ketua DPC PKB, Junaedi Malik itu memiliki 7 kursi legislatif, sehingga sangat cukup untuk maju bertarung pada Pilkada November mendatang.
Jika PKB mengusung Junaedi Malik sebagai calon walikota, Gerindra berdasarkan Rapimcab akan mengusung Moh. Harun sebagai calon wakil walikota. Pasangan Juned-Harun semakin nyata akan terealisasi melawan Petahana yakni Ika Puspitasari.
Duet Junaedi-Harun ini mendapatkan dukungan dari tiga partai, yakni PKB, Gerindra dan PPP. Deklarasi dukungan telah dilakukan di Klasik World Cafe, Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto, Sabtu (25/5/2024).
Ketua DPC PKB Kota Mojokerto, Junaedi Malik mengatakan, koalisi ini terbentuk sebagai ikhtiar bersama menyambut Pilwali Kota Mojokerto 2024. Ia mengaku telah lama membangun komunikasi hingga koalisi tiga partai ini dapat terwujud.
“Sebelumnya kita sudah menjalin kesepakatan dengan PPP, alhamdulilah hari ini kita bertambah saudara koalisi dari partai Gerindra,” ucapnya, Sabtu (25/5/2024).
Sosok yang akrab disapa Gus Juned beranggapan, pasangan calon yang diusung hari ini merupakan kader terbaik partai masing-masing. Ia menjelaskan dengan deklarasi koalisi ini diharapkan bisa memantapkan pimpinan partai pusat untuk memberikan rekomendasi pasangan Junaedi-Harun dalam Pilwali Kota Mojokerto.
“Ini sebagai ikhtiar untuk menjemput rekomendasi dari pimpinan pusat partai. Yang jelas, mekanisme di internal partai tidak ada halangan bagi kita untuk mendapatkan rekomendasi. Dari elit politik tingkat provinsi maunpun pusat sudah ketemu,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto Mohammad Harun mengaku siap jika harus disandingkan dengan Junaedi Malik. Terlebih ikatan emosional antara dirinya dengan Junaedi sudah terbangun sejak menjadi anggota legislatif.
“Sejak periode pertama tahun 2014 – 2019 kita selalu bersama, sering masjid bareng, insyaallah sudah klik,” ucapnya.
Harun menegaskan jika DPD Gerindra menginginkan kadernya sendiri yang mengikuti konstelasi politik di setiap daerah. Hal itu menjadi alasan DPC Gerindra Kota Mojokerto tidak membuka penjaringan calon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto.
“DPD Gerindra mengatakan jika kader Gerindra harus mengikuti atau ikut konstelasi politik Pilkada, dan di Kota Mojokerto yang diberi amanah saya,” jelas pria yang akrab disapa Abah Harun ini.
Harun mengaku percaya diri dengan duet pimpinan parpol tingkat Kota ini dalam Pilwali 2024. Ia menegaskan akan berjuang dengan Junaedi Malik siap berjuang untuk memenangkan Pilwali Kota Mojokerto 2024.
“Siap lahir batin berjuang amar makruf nahi munkar dan bermanfaat untuk Kota Mojokerto,” pungkasnya. (rip)














