indonewsdaily.com, Malang – Handoko menunjukkan loyalitasnya terhadap Partai Golkar di tengah kondisi fisik yang belum pulih. Sebelumnya, ia mengalami kecelakaan di kawasan Oro-Oro Dowo dan masih menjalani pemulihan.
Meski demikian, ia tetap berupaya hadir dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) Golkar Klojen. Forum tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026) malam di Kantor DPD Golkar Kota Malang.
Selanjutnya, forum menetapkan Handoko secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Klojen. Seluruh peserta memberikan dukungan penuh kepadanya.
Kehadiran Handoko bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Saat ini, tubuhnya belum pulih sepenuhnya dan aktivitas fisiknya masih sangat terbatas.
Namun demikian, ia tetap menyempatkan diri mengikuti forum konsolidasi partai. Oleh karena itu, sikap tersebut menggambarkan komitmennya untuk tetap terlibat dalam dinamika organisasi.
Sebelumnya, tim medis menangani Handoko akibat kecelakaan yang ia alami. Bahkan, kondisinya sempat membuat ia kesulitan bergerak.
Setelah itu, rekan-rekannya menjemput Handoko dari lokasi pemulihan. Akhirnya, ia dapat menghadiri Muscam dan mengikuti seluruh rangkaian acara.
Djoko Prihatin Beri Apresiasi
Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, S.M., mengapresiasi kehadiran Handoko. Menurutnya, kader harus menempatkan loyalitas di atas perbedaan pandangan.
Selain itu, Djoko mengingatkan seluruh kader memiliki satu tujuan utama. Tujuan tersebut yaitu membesarkan partai secara bersama-sama.
“Apapun perbedaannya, apapun pendapat yang mungkin berbeda di antara kita, ujung-ujungnya kita bersama-sama membesarkan partai yang kita cintai,” tegas Djoko.
Bagi Handoko, kepercayaan melalui pemilihan aklamasi menjadi amanah besar. Sebanyak 11 kelurahan memberikan dukungan penuh kepadanya.
Selanjutnya, ia harus mewujudkan loyalitas tersebut melalui kepemimpinan yang merangkul. Ia juga harus menjaga kebersamaan dan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kelurahan.
Tanggung jawab tersebut tentu tidak ringan. Pasalnya, Golkar Klojen menargetkan pertahanan kursi DPRD Kota Malang pada Pemilu 2029.
Oleh sebab itu, target ini membutuhkan kerja kolektif dari seluruh kader. Di samping itu, kader juga membutuhkan kedisiplinan organisasi dan hubungan kuat dengan masyarakat.
Djoko menegaskan Klojen memiliki pekerjaan politik yang berbeda. Jika wilayah lain mendorong penambahan kursi legislatif, Klojen justru harus menjaga kursi yang sudah diraih.
“Kalau kecamatan lain punya target menambah kursi, Klojen harus solid menjaga kursi. Pekerjaannya bukan lebih mudah, tetapi justru lebih susah,” ujarnya.
Dengan demikian, pesan itu menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi Handoko. Ia harus menerjemahkan dukungan aklamasi menjadi kekompakan nyata dalam kerja organisasi sehari-hari.
Handoko sendiri menegaskan jabatan ini bukan kemenangan pribadi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader dan berkomitmen menjalankan kepemimpinan bersama-sama.
Pertama, ia memprioritaskan penguatan konsolidasi dan merangkul seluruh elemen kader. Kedua, ia menjalankan program kerakyatan untuk masyarakat Klojen.
Ketiga, ia mempersiapkan pemenangan Pemilu dan Pilkada melalui kerja politik yang santun. Ia juga menekankan pentingnya menjaga martabat dalam setiap langkah politik.
“Program kerakyatan akan kita arahkan pada penguatan struktur hingga kelurahan, pemberdayaan masyarakat, gotong royong, pembinaan UMKM, serta pengembangan potensi generasi muda,” kata Handoko.
Komitmen tersebut menunjukkan orientasi kepemimpinan Handoko tidak hanya elektoral. Sebaliknya, ia ingin menghadirkan partai di tengah kehidupan masyarakat.
Sebagai contoh, ia akan memperkuat UMKM dan memberdayakan warga. Selain itu, ia juga mengembangkan potensi generasi muda untuk membangun kedekatan berkelanjutan dengan masyarakat Klojen.
Muscam Klojen sekaligus menutup rangkaian konsolidasi DPD Golkar Kota Malang. Sebelumnya, DPD telah menyelesaikan Muscam di Blimbing, Sukun, Kedungkandang, dan Lowokwaru.
Selanjutnya, DPD akan melanjutkan konsolidasi melalui penguatan kepengurusan tingkat kelurahan. DPD juga akan menggelar kaderisasi dan simulasi pemenangan.
Pada akhirnya, Handoko harus menjaga kepercayaan aklamasi dengan kesetiaan pada tanggung jawab organisasi. Kehadirannya di Muscam setelah kecelakaan menjadi awal perjalanan kepemimpinannya.
Namun, pembuktian sesungguhnya terletak pada kemampuannya menjaga kebersamaan kader. Di Klojen, loyalitas tidak cukup berhenti pada kehadiran, tetapi harus tumbuh menjadi kerja bersama dan pengabdian kepada masyarakat.(red)














