indonewsdaily.com, Malang – Gemuruh suara bola pingpong yang beradu dengan bet memenuhi Gedung Serbaguna markas PTM Tidar di Komplek Perumahan Tidar Permai, Jalan Kwoka, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Minggu (8/2/2026).
Ratusan atlet dan penghobi tenis meja se-Malang Raya berkumpul dalam satu arena untuk memperebutkan gelar juara dalam turnamen yang penuh kejutan di awal tahun 2026 ini.
Berbeda dengan kompetisi tahun-tahun sebelumnya yang didominasi kategori ganda berdasarkan kelompok usia, PTM Tidar kali ini membawa angin segar. Atas usulan para komunitas, turnamen kali ini menggunakan sistem Beregu (Tunggal-Ganda-Tunggal). Format ini merupakan yang pertama kalinya diterapkan oleh PTM Tidar sejak berdiri dua tahun lalu.
Ketua PTM Tidar Malang, Agiun, menjelaskan bahwa perubahan format turnamen tenis meja ini bertujuan untuk meningkatkan tensi kompetisi sekaligus sportivitas antar tim.
“Selama dua tahun ini kami rutin mengadakan turnamen, tapi biasanya hanya ganda kelompok usia. Kali ini, atas masukan kawan-kawan PTM lain, kami coba sistem beregu. Hasilnya luar biasa, atmosfernya jauh lebih seru dan kompetitif,” ujar Agiun di sela-sela pertandingan.
Meski tergolong baru dua tahun berdiri, PTM Tidar telah membuktikan eksistensinya sebagai “rumah” bagi para pingpong lovers. Tercatat lebih dari 30 PTM dari seluruh penjuru Malang Raya turut serta, bahkan beberapa peserta berasal dari luar wilayah yang bersifat undangan.
Sepanjang tahun 2025 saja, PTM Tidar secara konsisten menggelar turnamen setiap bulan, hanya jeda pada bulan Ramadan. Dedikasi ini membuat PTM Tidar menjadi salah satu motor penggerak utama olahraga tenis meja di Malang saat ini.
Tuan rumah menunjukkan kelasnya dalam turnamen beregu kali ini. Tim 1 PTM Tidar berhasil meraih sebagai Juara 1 dan berhak atas piala serta uang pembinaan sebesar Rp2.500.000. Posisi kedua disusul oleh Tim 1 PTM Fearless dengan membawa pulang piala dan hadiah Rp1.500.000.
Sementara itu, posisi Juara 3 Bersama ditempati oleh Tim 2 PTM Tidar dan Tim 1 PTM Infinity, yang masing-masing menyabet piala dan uang pembinaan sebesar Rp1.000.000.
Di balik kemeriahan turnamen, Agiun membawa pesan penting mengenai masa depan tenis meja. Ia menekankan pentingnya regenerasi usia dini. Meskipun tenis meja dikenal sebagai olahraga “tanpa batas usia” di mana para senior tetap aktif berkeringat, kehadiran atlet muda sangat krusial untuk prestasi jangka panjang.
“Harapan kami adalah munculnya pembinaan anak-anak muda. Harus ada regenerasi agar yang tua bisa digantikan yang muda. Ke depan, PTM Tidar berencana mulai menggelar pertandingan khusus kategori usia dini,” tambahnya.
Hingga saat ini, seluruh kegiatan PTM Tidar masih bersifat mandiri. Agiun berharap pihak otoritas olahraga, dalam hal ini PTMSI dan KONI Kota Malang, mulai melirik dan memberikan perhatian lebih kepada komunitas penghobi.
“Kami ingin ada sinergi. Paling tidak ada dukungan atau sekali-sekali pertandingan diadakan di bawah naungan PTMSI KONI. Dengan adanya perhatian dari mereka, saya yakin semangat para pemain di Malang Raya akan semakin membara,” tutupnya (nal).














