Dewanti: Kami Bukan Membatasi Tapi Melindungi Agar Masyarakat Sehat

Indonewsdaily.com – Presiden Joko Widodo per tanggal 1 Juli 2021 mengesahkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sebagai bentuk upaya untuk mengontrol penyebaran laju pandemi Covid-19 di tanah air. Menindaklanjuti instruksi dari presiden, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan siap untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

Dewanti mengatakan, Pemkot Batu telah menyelenggarakan rapat dengan TNI/Polri untuk membahas penerapan PPKM Darurat. Aktivitas masyarakat di kota Batu akan segera dibatasi begitu juga dengan pelayanan publik akan dibatasi jam operasionalnya.

“Intinya, kurang lebih hampir sama dengan PPKM Mikro tapi karena ini darurat, kedisiplinan diperketat. Hulunya dipersiapkan, yakni di tingkat RT dan RW. Semua masyarakat terlibat di dalam situ, untuk bisa lebih mengetatkan rutinitas aktivitas. Yang tidak perlu, tidak usah aktivitas sehingga bisa memutus rantai penularan,” ungkap Dewanti Rumpoko, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021).

Dia juga mengungkapkan bahwa jam malam akan diberlakukan kembali di kota Batu. Dia berpesan kepada masyarakat untuk betul-betul meningkatkan kedisiplinan akan protokol kesehatan karena saat ini angka sebaran kasus covid-19 sedang naik.

“Kami komunikasikan ke masyarakat lewat tokoh masyarakat atau tokoh agama. Kami bukan membatasi tapi melindungi agar masyarakat sehat. Jadi tanggal 2 malam pukul 12 malam sudah berlaku. Secara garis besar sama, hampir seperti PPKM Mikro yang pertama,” bebernya.

Terkait dengan persiapan pembelajaran tatap muka, orang nomor satu di Kota Batu itu menegaskan, apabila bila kondisi masih belum memungkinkan untuk dilakukan proses belajar mengajar secara langsung. Akan ada kemungkinan proses pembelajaran tatap muka akan ditunda terlebih dahulu.

Hal ini disebabkan pelaksanaan tatap muka dinilai memiliki potensi yang cukup riskan untuk tetap diselenggarakan, sehingga yang terpenting bagi dirinya saat ini adalah mementingkan keselamatan anak-anak terlebih dahulu.

“Kami telah mempersiapkan sekolah jika kondisi kondusif. Semua fasilitas dipersiapkan, tempat cuci tangan, kamar mandi dan sebagainya, tapi ketika tidak kondusif, ya tidak dilanjutkan. Kami tunggu sampai kondisi aman bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *