Indonewsdaily.com, Mojokerto — Masyarakat disekitar tanggul jebol di Kali Sadar, Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan mengapresiasi kinerja dinas terkait. Pasalnya, tanggul sungai yang berdekatan dengan pemukiman warga itu dalam masa perbaikan.
Sugeng salah satu warga sekitar mengaku, jika langkah cepat yang dilakukan DPUPR Kota Mojokerto dengan segera melapor ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) dan Dinas PU SDA Provinsi membuat warga tenang.
“Usai kejadian warga segera melapor ke DPUPR. Tak lama setelah laporan ada tim yang turun melihat kondisi. Warga senang dengan diperbaiki tanggul yang jebol,” katanya, Minggu (7/6/2026).
Sugeng menceritakan saat mengetahui tanggul yang jebol dikerjakan, warga langsung mengelar syukuran berupa tumpengan dan berharap tidak terjadi tanggul jebol di sekitar aliran sungai yang berada di wilayah Ngaglik tersebut.
“Secara sukarela warga mengelar syukuran dihari pertama dikerjakan. Semoga tidak ada lagi tanggul jebol. Kinerja dan respon cepat dinas terkait juga perlu diapresiasi,” tutupnya.
Sementara itu Kepala DPUPR Kota Mojokerto, Endah Supriyani mengatakan tanggul yang jebol sudah mulai dikerjakan sejak Jumat (5/6) lalu. Pengerjaan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) usai menerima laporan.
“Sebelum dikerjakan dilakukan monev, sekarang mulai dikerjakan,” katanya.
Lebih lanjut Endah menjelaskan kejadian tanggul jebol di Kali Sadar, Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Pihak kelurahan telah berkirim surat pada 4 Mei lalu, selanjutnya pihaknya sudah melaporkan ke BBWS dan Perum Jasa Tirta (PJT) I pada 20 Mei sudah dilakukan Monev operasi pemeliharaan (OP) Sungai Sadar dengan pendampingan dari DPUPR.
“Pemerintah tetap memberi perhatian dan penanganan agar masyarakat tidak waswas. Namun memang butuh waktu untuk segera direalisasi,” tuturnya.
Sebelum tanggul yang berada persis di tikungan sungai ini mengalami retakan. Kemudian ambrol pada Minggu (4/5/2026) malam. Tanggul yang jebol sekira 12 meter. “Saat ambrol tidak sedang turun hujan dan debit air rendah. Mungkin ambrol akibat tidak kuat menahan bangunan di atasnya,” kata warga sekitar.














