Indonewsdaily.com, Malang – Kasih Ibu sepanjang masa namun kasih anak sepanjang gala bahkan bisa disebut Maling Kundang Modern. Kenapa tidak berita ini jadi fakta serta kenyataan.
Tiga orang anak kandung sangat tega menyerahkan ibu kandungnya sendiri ke Griya Lansia Husnul Khatimah di Jl. Suropati Wajak, Area Sawah/Perkebunan, Wajak, Malang.
Bahkan ke tiga anak kandung yang dilahirkan dari dari rahim seorang ibu bernama Trimah (76), kompak membuat surat
pernyataan di Magelang asal ibu Trimah, yang isinya sepakat untuk mengurus proses kematian Trimah nantinya ke Griya Lansia tersebut.
Saat para awak media mengunjungi Griya Lansia, terdengar suara lirih ibu Trimah mencurahkan isi hatinya.Dia
menginginkan anaknya untuk menjenguk Trimah. Dia tidak ingin berakhir hidup dengan dirawat orang lain.
“Saya pingin anak saya tiga-tiganya jenguk ke sini. Saya pinginnya anak saya bisa ke sini. Saya di sini sudah lima hari sejak Selasa kemarin,” kata dia di Griya Lansia Husnul Khatimah, Minggu (31/10/2021).
Di kamar berukuran 2 x 3 meter kurang lebih, Trimah menghabiskan hidupnya sehari-hari. Dia pun mengatakan, tidak tahu menahu jika tiga anaknya bisa mengirim dia di tempat yang jauh dari Magelang, yakni Malang.
“Janjinya di dekat sana (Magelang) tapi kok tiba-tiba ditaruh di sini saya juga gak tahu,” kata dia.
Tangisnya pun pecah saat menjelaskan alasan mengapa tiga anaknya mengirim dia ke Griya Lansia. Dijelaskannya, tiga anaknya tidak mampu menampung dirinya karena masalah ekonomi.
“Dua anak saya di Jakarta mas. Satu ikut mertuanya satu ngontrak tapi susah. Satunya di Pekalongan juga ikut mertua jadi tidak bisa saya dibawa ke sana,” tutur dia.
Untuk itu, dia kini hanya bisa berharap anak-anaknya setidaknya menengok keadaannya yang sakit stroke di sini sesekali saja.
“Iya kalau begini saya cuma bisa berdoa saya pingin lihat anak saya cucu saya juga. Saya juga gak bisa jalan saya stroke susah jalan,” tutur dia.
Trimah pun cuma bisa berharap. Usaha untuk menghubungi ketiga anaknya pun sulit. Trimah tinggal di Griya Lansia tanpa dibekali alat komunikasi.
“Gak ada handphone saya dan gak bisa komunikasi,” imbuhnya.
Untungnya dia mengaku kerasan tinggal di sini. Banyak teman untuk berkomunikasi dan dua juga bisa menghabiskan waktu untuk mengaji, dan salat.
“Kerasan nak dirawat juga di sini. Nyaman juga. Tapi saya berharap bisa dipertemukan anak saya,” tutur dia sambil tersedak tangis.
Terpisah, Penanggung Jawab Harian Griya Lansia Husnul Khatimah, Nur Hadi membenarkan, Trimah kerasan tinggal di sini.
“Dia kerasan memang soalnya bisa ngaji, solat dan banyak teman itu,” tutur dia.
Dia tidak mengetahui alasan pasti mengapa Trimah dikirim ke Griya Lansia oleh ketiga anaknya. Namun yang pasti setiap pengajuan untuk perawatan di Griya Lansia ini pasti diterima.
“Dari pada terlantar di jalan atau ada apa kami terima semua terlepas alasannya apa,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk biaya perawatan di Griya Lansia Husnul Khatimah ini gratis. Begitu pula dengan biaya pemakaman jika lansia di sini ada yang meninggal.
“Semua biaya dibiayai oleh donatur semua swadaya masyarakat kami tangani semua,” tutupnya.








